REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melihat gumpalan rambut di sisir atau saluran air kamar mandi sering kali menjadi momen yang memicu kepanikan seketika bagi banyak orang. Bayangan akan kebotakan dini atau gangguan kesehatan serius langsung terlintas di pikiran.
Sebelum terjebak dalam kecemasan yang berlebihan, penting untuk memahami bahwa kerontokan rambut tidak selalu merupakan sinyal bahaya. Dalam banyak kasus, apa yang dilihat hanyalah bagian dari mekanisme alami tubuh dalam memperbarui diri.
Konsultan dermatologi, ahli bedah transplantasi rambut, sekaligus pendiri Dermalife Skin and Hair Clinic di New Delhi, India, dr Gaurav Garg, memberikan perspektif medis yang menenangkan namun tetap edukatif. Dia memperkenalkan apa yang ia sebut sebagai "aturan 100 helai" untuk membantu masyarakat membedakan antara kerontokan normal dan masalah rambut yang sesungguhnya.
Menurutnya, kehilangan sejumlah rambut setiap hari adalah hal yang wajar karena tubuh kita terus-menerus melakukan regenerasi. "Setiap hari, adalah hal yang biasa untuk kehilangan 50 hingga 100 helai rambut. Hal ini terjadi karena tubuh memperbarui dirinya sendiri. Kulit kepala membersihkan helai-helai rambut lama, mirip seperti cara kulit membuang sel-sel mati," kata dr Garg dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa (20/1/2026). Dengan kata lain, rambut yang jatuh tersebut sebenarnya memberikan ruang bagi pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat dan kuat.