Sabtu 03 Jan 2026 11:07 WIB

Sedotan Kaca, Estetik tapi Berisiko Bikin Pengguna Menelan Beling?

Sedotan kaca memiliki potensi pecah dan menyebabkan luka robek atau tertelan.

Sedotan kaca (ilustrasi).
Foto: Dok. Freepik
Sedotan kaca (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren gaya hidup ramah lingkungan semakin populer, salah satunya dengan mengganti sedotan plastik sekali pakai menjadi sedotan kaca yang bisa digunakan kembali. Namun, sebuah video viral di TikTok baru-baru ini memberikan peringatan keras yang membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum menggunakan sedotan kaca. 

Sebuah kisah nyata yang mengerikan dari seorang pengguna bernama Breezie O’Brien memicu perdebatan luas mengenai keamanan produk berbahan kaca ini. Kejadian ini bermula saat O’Brien, yang juga seorang influencer, sedang menikmati minumannya menggunakan sedotan kaca. Awalnya, ia tidak menyadari ada yang salah, hingga akhirnya ia merasakan ada benda padat yang tajam meluncur turun ke tenggorokannya. Saat ia memeriksa sedotannya, ia menyadari ada bagian ujung kaca yang pecah dan hilang.

Baca Juga

Tak berhenti di situ, O’Brien menceritakan bahwa sesaat kemudian ia bersendawa dan mendapati ada darah di dalam mulutnya. Panik dengan kondisi tersebut, O’Brien segera melarikan diri ke rumah sakit.

Setelah menjalani serangkaian pemindaian CT scan, tim medis mengonfirmasi bahwa pecahan kaca tersebut sudah melewati lambungnya. Kabar baiknya, dokter menyarankan agar ia membiarkan pecahan tersebut keluar secara alami melalui sistem pencernaan, sambil tetap waspada terhadap tanda-tanda pendarahan internal.

Setelah kembali ke rumah, O’Brien yang sebelumnya sering mempromosikan sedotan kaca tersebut kepada pengikutnya, kini menyatakan tidak akan lagi memberikan rekomendasi produk tersebut.

"Saya tidak lagi mendukung penggunaan mereka dan sedang berusaha menghapus video asli yang mempromosikan produk tersebut di TikTok Shop," ujarnya

Apakah sedotan kaca benar-benar berbahaya?

Menanggapi hal ini, presiden terpilih dari American College of Emergency Physicians (ACEP), dr Ryan Stanton, mengatakan, masalah utama bukan pada bahan kacanya secara umum, melainkan pada ketipisan struktur sedotan tersebut. "Sama seperti instrumen kaca lainnya, entah itu gelas atau mangkuk, Anda mungkin perlu menyadari kondisi kaca tersebut," kata Stanton dikutip dari laman HuffPost pada Sabtu (3/1/2026).

Ia mengatakan sedotan cenderung memiliki struktur kaca yang relatif tipis. "Di rumah, sedotan sering kali saling beradu di dalam mesin pencuci piring atau di dalam laci. Jadi, bukan hal yang aneh jika salah satunya pecah atau menjadi lebih berbahaya karena terkelupas (somplak)," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement