REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film terbaru karya sutradara James Cameron, Avatar: Fire and Ash, tengah melesat dengan cepat di tangga box office global. Meskipun sekuel fiksi ilmiah ini memikul beban berat untuk menyamai pendahulunya, antusiasme penonton tampaknya tidak terbendung.
Sebagai informasi, film orisinal tahun 2009 masih memegang rekor sebagai film terlaris sepanjang masa, sementara sekuelnya, The Way of Water, berada di posisi ketiga film terlaris dunia. Perilisan Fire and Ash sempat dibayangi kritik dengan skor 68 persen di Rotten Tomatoes, namun penonton memberikan respon positif melalui skor CinemaScore "A", yang menyamai prestasi dua film sebelumnya.
Berdasarkan data dari Variety, hingga Ahad (22/12/2025) pagi, Avatar: Fire and Ash diproyeksikan meraup total pendapatan sebesar 345 juta dolar AS atau sekitar Rp5,45 triliun di seluruh dunia selama akhir pekan pembukaannya. Angka fantastis ini terdiri atas 88 juta dolar AS (Rp1,39 triliun) dari bioskop domestik dan tambahan 257 juta dolar AS (Rp4,06 triliun) dari pasar internasional. Pencapaian ini langsung menempatkan film tersebut di posisi ke-17 dalam daftar film terlaris tahun 2025 hanya dalam hitungan hari, melampaui pendapatan total film besar lainnya seperti Final Destination Bloodlines (315,8 juta dolar AS atau Rp4,98 triliun) dan Predator: Badlands (183,3 juta dolar AS atau Rp2,89 triliun).
Meski sudah masuk dalam daftar 20 besar film tahun ini, tantangan bagi Fire and Ash masih panjang. Dilansir laman Screenrant pada Senin (22/12/2025), anggaran produksinya dikabarkan mencapai lebih dari 350 juta dolar AS (Rp5,53 triliun), yang berarti titik impas atau break-even point diperkirakan berada di angka 1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,8 triliun) atau lebih.
Mengingat dua seri sebelumnya mampu menembus angka 2 miliar dolar AS, target ini tampak realistis meskipun ada indikasi penurunan. Sebagai perbandingan, pembukaan global 345 juta dolar AS ini masih di bawah The Way of Water yang mencapai 435 juta dolar AS (Rp6,87 triliun). Seri Avatar lebih dikenal dengan keuntungan yang stabil dalam jangka panjang daripada sekadar mengandalkan akhir pekan pembukaan yang besar.
Jika Avatar: Fire and Ash memiliki performa berkelanjutan yang mirip dengan film kedua, diperkirakan total pendapatannya bisa mencapai 1,725 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27,25 triliun di akhir penayangannya. Angka tersebut berpotensi menjadikannya film terlaris kesembilan sepanjang masa, tepat di belakang Spider-Man: No Way Home yang mengantongi 1,976 miliar dolar AS (Rp31,22 triliun). Dengan dominasi visual yang memukau, James Cameron tampaknya kembali berada di jalur yang tepat untuk mencetak sejarah baru di dunia sinema internasional.
View this post on Instagram