Senin 22 Dec 2025 08:23 WIB

Siapa Bilang Anak Tunggal Manja? Ini Empat Fakta ‘Keren’ Anak Tunggal Menurut Ahli

Ada beberapa kualitas yang dimiliki anak tunggal yang sering kali terabaikan.

Ibu bersama anaknya (ilustrasi). Ada beberapa kualitas yang dimiliki anak tunggal yang sering kali terabaikan.
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ibu bersama anaknya (ilustrasi). Ada beberapa kualitas yang dimiliki anak tunggal yang sering kali terabaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lupakan anggapan lama bahwa anak tunggal selalu identik dengan sifat manja, egois, atau kesepian. Seiring meningkatnya tren keluarga "one and done" (istilah bagi orang tua yang memilih hanya memiliki satu anak), berbagai mitos negatif yang telah ada sejak akhir 1890-an kini mulai terpatahkan oleh sains.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa tumbuh sebagai anak tunggal memiliki efek positif pada kesehatan mental dan kepuasan hidup.

Baca Juga

Menurut psikolog sosial dan penulis buku Just One: The New Science, Secrets & Joy of Parenting an Only Child Susan Newman, stereotipe buruk terhadap anak tunggal sudah sangat mendarah daging dalam masyarakat. "Mitos ini 'terbakar' ke dalam struktur sosial kita, dan sangat sulit untuk menghilangkannya, bahkan ketika semua sains mendukung bahwa mitos-mitos ini tidak terbukti," ujarnya dikutip dari laman Huffington Post pada Senin (22/12/2025).

Ia mengatakan ukuran keluarga adalah pilihan personal. Sejarah membuktikan bahwa pandangan negatif tentang anak tunggal tidak bertahan di bawah riset yang solid.

Berikut adalah beberapa kualitas yang dimiliki anak tunggal yang sering kali terabaikan:

1. Kemandirian dan kenyamanan dalam kesendirian

Banyak orang berasumsi bahwa tumbuh tanpa saudara akan membuat seseorang merasa kesepian sepanjang hidupnya. "Sama sekali tidak ada bukti bahwa hal itu benar," kata profesor psikologi pendidikan di University of Texas at Austin, Toni Falbo.

Sebaliknya, kata dia, anak tunggal justru belajar menjadi sangat mandiri dan melihat kesendirian sebagai peluang. Newman mengatakan waktu sendiri itu sebenarnya sehat. "Hal ini mendorong kreativitas dan memungkinkan anak belajar mengisi waktu mereka sendiri," ujar Newman.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement