Jumat 29 Aug 2025 20:19 WIB

Sineas Muda Indonesia Pukau Joko Anwar, Dianggap Punya Ide Responsif

Joko Anwar ditunjuk menjadi juri kompetisi film pendek KlikFilm

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Sutradara Joko Anwar. Joko Anwar mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat para sineas muda di Tanah Air.
Foto: Dok Republika
Sutradara Joko Anwar. Joko Anwar mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat para sineas muda di Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Joko Anwar mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat para sineas muda di Tanah Air. Menurutnya, antusiasme yang tinggi dan peningkatan kualitas karya dari generasi baru ini merupakan sinyal positif bagi masa depan industri film nasional.

"Luar biasa ya, kita nonton film-film yang masuk finalis untuk KlikFilm Short Movie Competition ini bukan saja idenya yang beragam, tapi juga sangat responsif terhadap apa yang sedang terjadi di Indonesia sekarang," ujar Anwar saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Dia yang ditunjuk menjadi juri kompetisi film pendek KlikFilm, menjelaskan karya-karya yang masuk penjurian tidak hanya beragam tetapi juga relevan dengan kondisi sosial saat ini. Dia juga menjelaskan bahwa dalam proses penjurian, tim juri yang terdiri atas dirinya dan tiga orang lainnya mencari film yang memiliki ide segar dan relevan dengan masyarakat, yang kemudian dieksekusi dengan baik.

"Kalau misalnya mereka punya ide, eksekusinya (pelaksanaannya) bagus, itu yang kita cari," kata Joko Anwar.

Ia menambahkan bahwa film dengan ide kuat namun kurang dalam pembuatannya masih bisa dipertimbangkan, namun jika tanpa ide yang kuat meskipun teknisnya tinggi, cenderung sulit untuk dipilih. Sebanyak 30 film pendek berhasil lolos sebagai finalis dalam kompetisi film pendek KlikFilm yang diikuti total 360 pendaftar.

Joko Anwar mengatakan dari 30 hanya terdapat dua film yang bergenre horor. Pengumuman itu menjadi awal dari seleksi ketat berikutnya untuk melihat tiga film pendek terbaik dan satu pemenang pilihan penonton yang diumumkan saat Jakarta World Cinema (JWC) berlangsung di Jakarta pada 27 September hingga 4 Oktober.

Ke-30 finalis itu menunjukkan keragaman ide dan narasi, dengan judul-judul seperti A Boy and Dilemma at the End of Times karya Ariyandhi Achbar, Ambil Alih karya Diano Eko, dan Atas Nama Budiman karya Noval Auril Alfarrel. Film-film lain yang berhasil masuk dalam daftar finalis antara lain Bapak Ini Harus Remidi! oleh Muhammad Fawwaz Fauzarrahman, GND karya Imam Syafi'i, dan Kepaten Obor karya Lukman Hakim.

Tidak hanya mengangkat isu-isu sosial, beberapa film juga menawarkan cerita yang unik dan menyentuh, seperti Dosa Berbalut Doa karya Saiadin Akhsana Quds, Il Fiore Senza Vita karya Ferran Nasri, dan No UFO Sightings in a Third World Country karya Aby Kusdinar.

Daftar lengkap finalis juga mencakup Pembayun karya Ardian Parasto, Piringan Bermarka Biru karya Ayyub Basya, Titip Pesan karya Hielmy Aditya, hingga Will Today Be a Happy Day? karya M Kanz Daffa.

Karya-karya tersebut akan bersaing untuk memperebutkan gelar terbaik dalam kompetisi yang menjadi ajang pembuktian bagi para pembuat film muda. Jakarta World Cinema (JWC) 2025 digagas KlikFilm dengan format hybrid, memadukan penayangan online di KlikFilm dan pemutaran langsung di bioskop CGV Grand Indonesia.

Festival ini menampilkan 185 film dari 66 negara, terdiri atas 155 film panjang dan 30 film pendek. Film pembuka JWC 2025 adalah Sentimental Value karya Joachim Trier, sementara film penutupnya adalah It Was Just an Accident karya Jafar Panahi.

Direktur Eksekutif Jakarta World Cinema, Frederica, mengungkapkan kebanggaannya atas festival ini yang menghadirkan film-film dari sutradara ternama hingga talenta baru. Terdapat beragam program, seperti ICON, First Feature Competition, Discovery, World Cinema, Night Screamer, dan Spotlight Asia, yang mencerminkan komitmen JWC dalam merayakan sinema global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement