Selasa 11 Jun 2024 09:17 WIB

Psikolog Sebut Kemungkinan Briptu FN yang Bakar Suami Alami Baby Blues

Briptu FN membakar Briptu RDW usai tahu uang keluarga dipakai untuk judi online.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Seseorang memegang korek api (ilustrasi). Psikolog menyebut kemungkinan Briptu FN yang membakar suami mengalami baby blues.
Foto: Dok. Freepik
Seseorang memegang korek api (ilustrasi). Psikolog menyebut kemungkinan Briptu FN yang membakar suami mengalami baby blues.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus polisi wanita (polwan) di Mojokerto, Jawa Timur, Briptu FN; yang membakar suaminya, Briptu RDW karena judi online membuat publik tercengang. Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, ikut menanggapi kasus tersebut.

Menurut dia, polwan yang baru melahirkan anak kembar empat bulan lalu ada kemungkinan mengalami baby blues. Baby blues merupakan nuansa emosi yang berubah secara drastis, seperti dari senang ke sedih, yang biasanya terjadi karena penyesuain diri menjadi seorang ibu. Selain itu, kata dia, ibu yang baru melahirkan juga cenderung memiliki emosi yang labil karena mengalami perubahan hormon dan kurang istirahat.

Baca Juga

Dalam kondisi baby blues, dikatakan Rose, seorang ibu sangat memerlukan bantuan dari lingkungan terdekat terutama sang suami. Jika suami malah berulah, apalagi mengulangi kebiasaan buruk berjudi online, maka itu bisa mendorong sang ibu untuk melakukan hal-hal di luar nalar.

“Seharusnya ibu yang baru melahirkan itu kan didukung, dibantu, terutama dalam tugas bergantian menjaga anak. Apalagi kalau anaknya kembar, pasti ibu akan merasa sangat lelah. Ditambah suami mungkin ada masalah judi online dan selalu berbohong, maka bisa menjadi pemicu ibu tidak bisa berpikir jernih dan melakukan tindakan di luar nalar,” kata Rose Mini saat dihubungi Republika.co.id, Senin (10/6/2024).

Rose menjelaskan bahwa ibu yang baru melahirkan sangat rentan mengalami stres, jika tidak mendapat dukungan dari suami. Biasanya, ibu akan memerlukan dukungan dari suami untuk beradaptasi dengan situasi pasca-melahirkan.

Guru Besar tetap Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UI tersebut mengatakan adaptasi menjadi seorang ibu tidak mudah. Ibu muda terutama akan mudah dihantui rasa cemas dan takut yang bisa berujung stres bahkan depresi.

“Adaptasi menjadi seorang ibu juga itu tidak mudah, dia enggak tahu bayi itu nangis karena apa, laparkah? Sakitkah? atau apa? Jadi ibu akan mudah cemas, merasa takut salah dan lainnya, yang bisa mencetuskan stress, dan stress yang berkepanjangan itu bisa jadi depresi. Dan pada saat orang itu sedang stres, dia juga kadang tidak bisa berpikir jernih,” tegas Rose Mini.

Karena itulah, Rose menegaskan pentingnya pendampingan dan dukungan dari suami dan keluarga terdekat bagi ibu yang baru melahirkan. Karena pendampingan dalam melewati situasi yang sulit ini akan membantu si ibu menjadi lebih nyaman dan menjadi lebih mudah beradaptasi untuk menjadi ibu bagi bayi-bayinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polwan Briptu FN (28 tahun) diduga membakar suaminya yang juga merupakan anggota polisi berinisial Briptu RDW (27 tahun) di garasi rumah mereka yang berada di Asrama Polisi Mojokerto, Sabtu (8/6/2024). Akibat insiden ini, korban mengalami luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuhnya. Korban sempat menjalani perawatan medis, namun meninggal dunia pada Ahad (9/6/2024). Berdasarkan penyidikan, polisi menyebut motif FN nekat membakar suaminya karena kesal. Sebab, korban kerap menghabiskan uangnya untuk judi online.

Briptu FN yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka diketahui memiliki tiga buah hati bersama RDW. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar yang berusia 4 bulan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement