Selasa 07 May 2024 14:45 WIB

Delapan Cara Mudah untuk Jaga Otak Tetap Sehat dan Tajam

Ada sejumlah game yang bisa dilakukan untuk mengasah otak.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Warga Denpasar lari //jogging// di pematang sawah (ilustrasi). Aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan perbaikan kesehatan otak.
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Warga Denpasar lari //jogging// di pematang sawah (ilustrasi). Aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan perbaikan kesehatan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kesehatan dan ketajaman otak seharusnya tak hanya menjadi prioritas bagi lansia saja. Upaya-upaya untuk memelihara kesehatan otak sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

"Ini adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan di tiap tahap kehidupan," ujar Co Director Aging Research on Contexts, Health, and Inequalities di Florida State University, Dawn C Carr, seperti dilansir Yahoo! Life pada Selasa (7/5/2024).

Baca Juga

Menurut Dr Dawn Ericsson dari AgeRejuvenation, menjaga kesehatan otak dapat membuat seseorang terhindar dari risiko penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lain di usia tua. Selain itu, memelihara kesehatan otak juga dapat membuat seseorang tetap mandiri, memiliki kualitas hidup yang baik, serta sejahtera untuk waktu yang lebih lama.

Menurut sejumlah ahli, setidaknya ada delapan hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan serta ketajaman otak. Berikut ini adalah kedelapan hal yang direkomendasikan oleh para ahli tersebut.

1. Olahraga Otak

Mainkan game yang bisa merangsang otak, seperti permainan mencocokkan sesuatu berdasarkan ingatan, puzzle, hingga pencarian kata. Permainan ini dapat menstimulasi koneksi neuron dan membantu otak tetap tajam.

Prinsipnya, lanjut Ericsson, adalah secara konsisten mempelajari hal baru dan menantang diri dengan cara yang baru. Selain memainkan game yang mengasah otak, aktivitas seperti membaca hingga mempelajari alat musik juga bisa memberikan efek serupa.

2. Diet Mediterania

Pengaturan pola makan atau diet Mediterania umumnya didominasi oleh ikan, buah, sayur, gandum utuh, dan minyak zaitun. Menurut sejumlah studi, orang-orang yang menerapkan diet Mediterania memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit Alzheimer.

Tentu, tidak semua orang harus menerapkan diet Mediterania. Yang terpenting adalah memprioritaskan konsumsi buah, sayur, serta makanan yang tinggi akan antioksidan, asam lemak omega 3, dan juga vitamin. Di sisi lain, penting juga untuk membatasi konsumsi makanan ultra proses, gula, alkohol, serta lemak jenuh karena keempatnya bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan otak.

3. Perbanyak Gerak

Aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan perbaikan kesehatan otak. Bahkan aktivitas fisik yang ringan, seperti membersihkan rumah, bisa membantu menurunkan risiko demensia menurut sebuah studi. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar orang-orang melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit per pekan.

Otak baru bisa....

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement