Kamis 18 Apr 2024 06:30 WIB

Diet Sesuai Variasi Genetik, Ini Segudang Manfaatnya

Diet sesuai genetik bantu mereka yang jalani terapi kesehatan agar hasilnya optimal.

Ilustrasi diet
Foto: www.freepik.com
Ilustrasi diet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Clinical Nutritionist NalaGenetics dr. Putri Sakti Dwi P., Sp.GK, M. Gizi menyarankan agar diet dilakukan berdasarkan variasi genetik. Sehingga jumlah kalori, porsi, dan komposisi makanan serta jenis bahan yang digunakan bisa sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Hal ini karena variasi genetik setiap orang berbeda. "Diet itu bersifat personal berdasarkan genetik," kata dr Putri melalui keterangan tulis.

Baca Juga

Faktor genetik tidak dapat diubah. Pasien yang mengikuti tes genetik lalu mengikuti rekomendasi pola nutrisi dan konsisten mengubah gaya hidup sesuai genetiknya akan terbantu mengurangi risiko gagal diet, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, dan menjaga berat badan tetap ideal sesuai genetik.

Dr. Putri menambahkan, jika menjalankan diet berdasarkan variasi genetik sebagai cara preventif meminimalisasi dan mencegah risiko genetik yang berkaitan dengan infeksi, kanker, autoimun, penyakit degeneratif. Manfaat lainnya adalah membantu mereka yang sedang menjalani terapi kesehatan agar hasilnya optimal.

Menurut Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan, diet baik dilakukan oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih, lansia, usia paruh baya yang memiliki metabolisme tubuh yang melambat, dan mereka yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Kelompok ini diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan dengan menjaga nutrisi dan melakukan diet.

Setiap orang memiliki riwayat kesehatan dan sistem metabolisme yang berbeda, kebutuhan nutrisi juga berbeda sehingga tidak bisa meniru pola diet orang lain. Diet pada pria dan perempuan juga berbeda karena ada perbedaan massa otot dan lemak.

"Sebaiknya sebelum melakukan diet, berkonsultasilah dengan dokter dan ahli nutrisi agar diet dapat dilakukan dengan optimal dan tidak memperberat kondisi sakit bagi pasien yang memiliki riwayat sakit," kata dr. Debora.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement