Senin 08 Apr 2024 19:36 WIB

Tur Toilet Umum Jadi Atraksi Wisata Populer di Tokyo

Tokyo Toilet Project diinisiasi Nippon Foundation pada 2020 menggandeng Tadao Ando.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Pengunjung menggunakan toilet umum baru yang dirancang oleh arsitek pemenang Hadiah Pritzker Shigeru Ban di sebuah taman di Tokyo, Jepang, 20 Agustus 2020.
Foto: EPA
Pengunjung menggunakan toilet umum baru yang dirancang oleh arsitek pemenang Hadiah Pritzker Shigeru Ban di sebuah taman di Tokyo, Jepang, 20 Agustus 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain kuil-kuil yang memesona dan mekarnya bunga sakura yang cantik, ada satu hal baru yang kini menyita perhatian banyak turis di Tokyo, Jepang. Hal baru tersebut adalah tur toilet umum berdurasi dua jam dari Tokyo Toilet Shuttle yang terinspirasi dari film nominasi Oscar, Perfect Days, mengenai petugas kebersihan toilet.

Penelope Panczuk merupakan salah satu turis di Tokyo yang tertarik untuk bergabung dalam tur toilet umum dari Tokyo Toilet Shuttle tersebut. Panczuk merasa tertarik karena di Amerika Serikat dan Prancis, toilet umum merupakan tempat yang banyak dihindari.

Baca Juga

"Di Amerika Serikat atau di Prancis tempat saya berasal, Anda menghindari (penggunaan toilet umum)," ungkap Panczuk, seperti dilansir Reuters pada Senin (8/4/2024).

Berbeda dengan negara asalnya, Panczuk merasa takjub ketika menyambangi Tokyo karena kondisi toilet umumnya sangat bersih dan aman untuk dikunjungi. Selain itu, tiap lokasi toilet umum di Tokyo juga memiliki nuansa yang berbeda.

"Rasanya seperti sebuah penemuan baru setiap kali (mendatangi toilet umum baru)," lanjut Panczuk.

Tur toilet umum Tokyo Toilet Shuttle dimulai pada Maret lalu, bertepatan dengan menurunnya nilai mata uang Yen yang membuat wisata ke Jepang menjadi lebih terjangkau bagi turis internasional. Kala itu, Jepang dipenuhi oleh banyak turis yang antusias untuk mempelajari budaya dan menikmati keunikan Jepang untuk pertama kalinya.

Dengan membayar 4.950 Yen atau sekitar Rp 518 ribu, peserta tur Tokyo Toilet Shuttle berkesempatan untuk mengeksplorasi delapan toilet umum di wilayah timur atau sembilan toilet umum di wilayah barat. Ketujuhbelas toilet umum ini memiliki desain yang unik dan menarik hasil karya arsitek kelas dunia melalui Tokyo Toilet Project, seperti dilansir NearMe.

photo
Toilet umum baru yang dirancang oleh arsitek pemenang Hadiah Pritzker Shigeru Ban didirikan di sebuah taman di Tokyo, Jepang, 20 Agustus 2020. - (EPA)
 

Tokyo Toilet Project diinisiasi oleh Nippon Foundation pada 2020 dengan melibatkan arsitek pemenang Pritzker Prize, Tadao Ando. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki aksesibilitas dan menambah nilai artistik di 17 toilet umum di distrik Shibuya, Tokyo.

Salah satu dari toilet tersebut adalah toilet dengan dinding yang transparan. Namun, dinding transparan tersebut bisa berubah jadi buram ketika pengguna masuk ke dalamnya. Ada pula toilet umum yang bisa dioperasikan melalui perintah suara.

Sebenarnya, Tokyo Toilet Project tidak bertujuan untuk mengubah toilet umum tersebut menjadi atraksi wisata. Akan tetapi, pemerintah kota Shibuya melihat adanya daya tarik wisata pada ketujuhbelas toilet umum tersebut. Harapannya, area pengunjung yang menarik wisatawan di distrik Shibuya bisa meluas, tidak hanya berpusat di Shibuya Scramble Crossing.

"Daya tarik (dari tur ini) untuk pengunjung adalah mereka akan dibawa ke area-area Shibuya yang lebih jarang dikunjungi dan dapat menikmati suasana distrik tersebut sambil melihat-lihat toiletnya," ujar manajer asosiasi wisata Yumiko Nishi.

Tak hanya menarik perhatian turis internasional, kehadiran tur toilet umum ini juga berhasil mencuri perhatian banyak wisatawan lokal. Salah satunya adalah warga Osaka bernama Takao Karino.

"Tak ada yang sama seperti ini di Jepang. Ini tak biasa, unik, dan sejujurnya luar biasa," ungkap Karino.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement