Jumat 29 Mar 2024 21:24 WIB

Perhatikan 3 Hal Penting Ini Sebelum Beli Parsel Lebaran

Ketika hendak membeli parsel, jangan lupa menyiapkan bujet untuk ongkos kirim.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Hampers Lebaran (ilustrasi). Ada beberapa tips membeli dan memilih hampers dan parsel untuk Lebaran yang perlu diperhatikan.
Foto: www.freepik.com
Hampers Lebaran (ilustrasi). Ada beberapa tips membeli dan memilih hampers dan parsel untuk Lebaran yang perlu diperhatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saling mengirimkan bingkisan berupa parsel dan hampers menjadi salah satu tradisi yang menyemarakkan momen Lebaran. Keberadaan pedagang parsel dan hampers di berbagai titik mungkin bisa membuat Anda bingung untuk memilih yang mana. 

Founder Harper & Cordon Howey Howard membagikan tips membeli atau memilih parsel dan hampers untuk Ramadhan atau Lebaran. Simak penjelasannya berikut ini:

Baca Juga

1. Bujet

Dia mengatakan pastikan untuk memberi parsel sesuai dengan bujet. Bujet itu juga harus dihitung beserta dengan ongkos kirim (ongkir). 

“Jangan nanti contohnya ada hampers seharga Rp 500 ribu, tapi customer-nya mengira itu sudah termasuk ongkir, padahal mau dikirim. Misalnya contoh dari Jakarta mau dikirim ke Semarang, tapi enggak diperhitungkan bujet untuk pengiriman juga,” ujar Howey saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (28/3/2024). 

2. Tema

Menurut Howey, pastikan produk yang akan diberi mencerminkan dan relevan dengan penerima. Contohnya, pemberi ingin memberikan sesuatu kepada rekan bisnis atau klien. Sesuatu yang diberi itu harus yang merepresentasikan perusahaan rekan bisnis tersebut atau yang sesuai dengan image perusahaan. 

“Jangan perusahaan besar tapi, contohnya, yang dibeli sesuatu yang tidak mencerminkan perusahaannya atau desain yang kebetulan desain Lebarannya yang mungkin lebih ke animasi. Itu kan enggak cocok ya image-nya,” kata Howey. 

3. Dibuat secara personal (personalize)

Bagi Howey, segala sesuatu yang dibuat secara personal jauh lebih berkesan. Contohnya, memberikan kartu yang ditulis tangan di dalam parsel yang akan dikirim atau si pemberi mencetak logo perusahaan, lalu logo itu diletakkan di pita parsel yang akan dikirim.

“Hal seperti itu yang bisa memberikan nilai tambah ke customer agar berkesan,” kata dia. 

Selain itu, Howey juga mengungkapkan tren parsel mungkin tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Cuma dari zaman pandemi hingga sekarang, Howey melihat trennya kembali lagi ke makanan kering. 

“Seperti kue kering, cokelat, permen-permen, karena sudah bisa balik lagi silaturahim gitu,” katanya.

Saat ditanya apa ada rekomendasi ide untuk parsel lebaran tahun ini, Howey menjawab parcel lebaran itu kembali lagi tergantung dari siapa yang memberi dan bujet masing-masing. “Ide rekomendasi biasa saya kalau di Harper & Cordon, kita selalu mengusung tema sharing atau berbagi, atau dalam arti sharing juga bisa berarti ramai gitu. Pas sharing ramai-ramai gitu kan,” ujar Howey. 

Jadi, dia melanjutkan, produk yang biasa Harper & Cordon berikan di dalam hamper itu biasa banyak, ramai, dan bisa dibagikan. “Lebih ke sebuah selebrasi untuk berbagi, baik itu kepada teman ataupun ke rekan kerja, keluarga dan lainnya gitu,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement