Jumat 08 Mar 2024 13:51 WIB

YouTuber James Somerton Diduga Bikin Bunuh Diri, Gara-Gara Kasus Plariarisme?

'Aku sudah tidak punya kehidupan lagi. Aku telah kehilangan segalanya'.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Youtuber Kanada, James Somerton. Somerton diduga mengunggah pesan bunuh diri secara daring. Publik menduga, ini akibat kasus tuduhan plagiarisme yang menimpanya pada Desember 2023.
Foto: Dok. Youtube/@jamesoftelos
Youtuber Kanada, James Somerton. Somerton diduga mengunggah pesan bunuh diri secara daring. Publik menduga, ini akibat kasus tuduhan plagiarisme yang menimpanya pada Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Youtuber Kanada James Somerton memicu kekhawatiran setelah diduga mengunggah catatan bunuh diri secara daring pada Selasa (5/3/2024) waktu setempat. Sebelumnya, Somerton dituduh melakukan plagiarisme pada Desember 2023

Pengguna Reddit @liloloveyou24 alias Lilo membagikan tangkapan layar catatan Somerton yang diposting di akun X pribadinya. Dilansir SK POP pada Rabu (6/3/2024), Somerton telah menghapus saluran YouTube utamanya. Dalam catatan yang mengganggu, Somerton menulis, “Jika pesan ini disiarkan langsung, itu berarti saya menjadwalkannya sebelum mengakhiri semuanya. Saya memiliki video yang dijadwalkan untuk dirilis dalam beberapa hari ke depan“.

Baca Juga

YouTuber tersebut menambahkan bahwa dia ingin Nick alias Nicholas Hergott, portofolio karya rekan penulisnya, tersedia secara daring. Somerton menjelaskan bagaimana dia menginstruksikan Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Kanada untuk menerima uang yang dihasilkan dari video tersebut sebagai sumbangan. 

“Mereka telah berusaha keras untuk menarikku kembali, tapi aku sudah tidak punya kehidupan lagi. Aku telah kehilangan segalanya. Satu-satunya temanku, mata pencaharianku, namaku. Dan itu semua salahku sendiri,” kata Somerton.

Somerton mengakhiri catatannya dengan mengatakan dunia akan menjadi tempat yang lebih baik tanpa dia dan mengucapkan selamat tinggal. Sebelumnya, tepatnya pada Desember 2023, YouTuber Inggris Harris Brewis alias Hbomberguy mengunggah video berdurasi empat jam yang menuduh Somerton melakukan plagiarisme. Brewis mengeklaim bahwa Somerton tampaknya mengambil bagian dari buku-buku, artikel-artikel, dan postingan-postingan daring penulis lain dengan sedikit penataan ulang agar terlihat seperti karya aslinya.

Setelah video tersebut ditonton lebih dari 10 juta kali, jumlah pelanggan Somerton di YouTube turun dari lebih dari 330 ribu menjadi 255 ribu. Dia kemudian menjadikan sebagian besar konten YouTube-nya pribadi dan bahkan menonaktifkan akunnya di Patreon. 

Somerton mengunggah video permintaan maaf, tetapi tidak terima dengan baik oleh para penontonnya. Mereka mengeklaim bahwa permintaan maafnya tidak cukup tulus dan dia hanya meminta maaf karena ketahuan menjiplak dan bukan atas tindakannya sendiri. 

Dia kemudian menghapus video permintaan maafnya. Postingan X terbaru sang YouTuber muncul setelah reaksi keras yang dia terima beberapa bulan lalu. 

Para warganet semakin khawatir karena mereka berharap Somerton tidak akan melakukan rencananya untuk melakukan sesuatu yang drastis. Beberapa orang mendesak orang lain yang mengetahui keberadaannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadapnya. 

"Tindakannya memang buruk, tetapi tidak ada yang akan merusak kehidupan normalnya selain kepribadian internet, bahkan jika dia berpikir bahwa itu bukanlah apa yang dia inginkan, lebih baik daripada semua ini. Sangat berharap dia tidak 'menyempurnakan' apa yang tertulis di postingan twitter itu,” tulis salah satu akun X, Riflow. 

Pengguna Reddit yang menemukan postingan X Somerton beralasan bahwa tindakannya buruk, tetapi dapat diselamatkan. Beberapa orang berpendapat bahwa meskipun karier daring Somerton mengalami penurunan dan kemungkinan besar tidak akan membaik, dia bisa mendapatkan pekerjaan di luar media sosial. Belum ada kabar terbaru yang diterima mengenai kondisi Sumerton saat ini. 

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement