Kamis 15 Feb 2024 17:07 WIB

Konsumsi Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker, Mitos atau Fakta?

Kedelai sering dikaitkan dengan risiko kanker, padahal itu keliru,

Kedelai (ilustrasi). Anggapan mengonsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker hanya mitos.
Foto: Dok. Freepik
Kedelai (ilustrasi). Anggapan mengonsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker hanya mitos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggapan mengonsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker hanya mitos. Hal ini ditegaskan ahli gizi dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono Novita Sabuluntika.

 

Baca Juga

"Faktanya justru terbalik ya. Ternyata, kedelai itu mengandung senyawa antikanker, senyawanya itu ada flavonoid, kemudian genistein, daidzein, dan ini memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker payudara," ujarnya dalam diskusi tentang gizi yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Novita mengatakan, berbagai penelitian menyebutkan konsumsi kedelai tinggi dapat berpengaruh pada penurunan risiko kanker prostat. Hal tersebut dibuktikan dengan penyakit kanker payudara dan prostat yang cenderung lebih banyak diderita oleh orang-orang Eropa dan Amerika, karena konsumsi kedelai masyarakat Asia lebih sering melalui sejumlah panganan kedelai seperti tahu dan tempe.

 

Selain mitos soal kedelai, ia juga mengungkapkan mitos lain soal penyebab kanker, yakni mitos soal konsumsi susu dan produk susu dapat meningkatkan risiko kanker. "Nah ini, konsumsi susu malah memiliki potensi untuk mencegah kanker kolorektal," ucapnya.

Menurut Novita, konsumsi susu atau produk susu baik untuk tubuh dan tidak meningkatkan risiko kanker, selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Ia menyebutkan takaran konsumsi susu pada orang dewasa per hari paling banyak adalah tiga gelas.

Adapun berbagai jenis makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker, menurut dia, antara lain makanan yang diawetkan dengan tinggi garam, alkohol, serta makanan daging olahan seperti sosis dan daging asap. "Kenapa sih kok nggak boleh kebanyakan konsumsi daging olahan? Soalnya pengawet buatan nitrat ditambahkan untuk mengawetkan olahan daging nitrat ini kemudian direduksi menjadi nitrit, akhirnya menghasilkan nitrosamin dan nitrosamida yang merupakan senyawa karsinogenik pemicu kanker," ujarnya. Untuk itu, Novita mengimbau masyarakat agar tidak takut mengonsumsi kedelai dan susu, karena keduanya memiliki kandungan yang baik untuk tubuh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement