Kamis 01 Feb 2024 08:34 WIB

1 Februari Diperingati Sebagai World Hijab Day, Ini Sejarah ‘Menyentuh’ di Baliknya

Ada sejarah panjang di balik peringatan World Hijab Day yang jatuh setiap 1 Februari.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Muslimah berhijab (ilustrasi). Tanggal 1 Februari diperingati sebagai World Hijab Day.
Foto: Armando Babani/EPA
Muslimah berhijab (ilustrasi). Tanggal 1 Februari diperingati sebagai World Hijab Day.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslimah di berbagai belahan Bumi memperingati tanggal 1 Februari sebagai hari hijab sedunia atau World Hijab Day (WHD). Ada sejarah panjang di balik perayaan ini, yang digagas oleh sosok Muslimah bernama Nazma Khan.

Dilansir laman Worldhijabday.com, Kamis (1/2/2024), peringatan tahunan hari hijab sedunia dimulai sejak 1 Februari 2013. Tujuannya, menggaungkan pengakuan atas jutaan perempuan Muslim yang memilih untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengenakan hijab. 

Baca Juga

Pasalnya, tidak semua Muslimah di seluruh dunia leluasa mengenakan hijab dalam kegiatan sehari-hari. Bagi yang tinggal di sebuah negara sebagai minoritas, tidak jarang menghadapi berbagai diskriminasi. Pengalaman itu juga pernah dilalui oleh Khan.

Nazma Khan adalah perempuan asal Bangladesh yang tinggal di New York, Amerika Serikat, sejak usia 11 tahun. Khan mengemukakan gagasan hari hijab sedunia untuk menumbuhkan kebebasan personal dalam berekspresi beragama dan pemahaman budaya.

 

Untuk mendorong hal itu, selama satu hari pada tanggal 1 Februari, Khan dan organisasi World Hijab Day mengundang perempuan dari semua lapisan masyarakat untuk ikut merasakan mengenakan hijab. Khan berharap cara itu membuka jalan baru menuju pemahaman masyarakat awam mengenai berhijab.

Selain itu, tujuan lainnya yakni untuk mengatasi beberapa kontroversi seputar mengapa perempuan Muslim memilih untuk mengenakan jilbab. Tumbuh di Bronx, New York City, Khan mengalami banyak diskriminasi karena berhijab. Di sekolah menengah, dia dijuluki "Batman" dan "ninja".

Ketika Khan masuk universitas dan terjadi insiden 11 September, dia kerap dipanggil Osama bin Laden atau teroris. "Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta saudara kita yang lain untuk berhijab," ungkap Khan, dikutip dari situs resmi World Hijab Day.

Sejak 2013 hingga kini, banyak orang di lebih dari 150 negara mengambil bagian dalam hari hijab sedunia setiap tahunnya. WHD memiliki banyak relawan dan duta di seluruh dunia yang menggelar berbagai acara guna meningkatkan kesadaran tentang hijab.  

Pada 2017, WHD mendapat pengakuan resmi oleh Negara Bagian New York, AS. Di tahun yang sama, House of Commons of the UK di Inggris menyelenggarakan acara untuk memperingati hari tersebut. Parlemen Skotlandia juga menyelenggarakan pameran selama tiga hari untuk memperingati WHD 2018. 

Semua itu terus berlanjut hingga kini. Sejak 2018, WHD resmi menjadi organisasi nirlaba dengan misi untuk membongkar kefanatikan, diskriminasi dan prasangka terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran, pendidikan, dan pemberdayaan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement