Senin 29 Jan 2024 23:16 WIB

Langsung Cek Ponsel Begitu Bangun Tidur, Apa Dampak Buruknya?

Sebagian orang sering mengecek ponsel sesaat setelah terjaga.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Tidur dengan ponsel di kasur. Langsung mengecek ponsel begitu membuka mata juga dapat memengaruhi tubuh.
Foto: www.freepik.com.
Tidur dengan ponsel di kasur. Langsung mengecek ponsel begitu membuka mata juga dapat memengaruhi tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sesaat setelah bangun tidur di pagi hari, banyak orang langsung meraih ponsel dan mengeceknya. Menurut dokter, ini adalah kebiasaan yang harus segera dihentikan.

Setidaknya, beri jeda beberapa waktu seusai terjaga sebelum memeriksa gawai. Dikutip dari laman Express, Senin (29/1/2024), dokter naturopati Janine Bowring menjelaskan bahwa kebiasaan itu berpotensi meningkatkan kadar dopamin yang merangsang otak dan sistem saraf.

Baca Juga

Bowring menyampaikan informasi itu lewat akun TikTok-nya, @j9naturally. Langsung mengecek ponsel begitu membuka mata juga dapat memengaruhi saluran kalsium berpintu voltase (VGCC).

Medan listrik dan magnet (EMF) dari ponsel akan menyebabkan terlalu banyak kalsium membanjiri sel tubuh melalui VGCC. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak magnesium untuk mengimbangi keseimbangan kalsium yang masuk.

"Ini akan memengaruhi metabolisme Anda sepanjang hari, tingkat energi Anda, dan Anda bisa sakit kepala akibat EMF tersebut," ungkap Bowring.

Potensi bahaya lainnya bagi kesehatan adalah paparan cahaya biru dari ponsel. Cahaya biru bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh, dengan memberikan sinyal yang salah bahwa sudah seperti di tengah hari meski saat itu masih di pagi hari.

Psikolog pemberdayaan yang berspesialisasi dalam ilmu saraf kesehatan mental, Jay Rai, menyuarakan seruan serupa. Menurut Rai, saat pertama kali bangun di pagi hari, otak beralih dari gelombang delta saat tidur nyenyak, ke gelombang theta.

Otak kemudian perlahan menghasilkan gelombang alfa saat bangun dalam keadaan santai dan tidak banyak memproses informasi, baru menjadi waspada sepenuhnya. Masalahnya, dengan memegang ponsel dan langsung terpapar berbagai informasi virtual, seperti memaksa tubuh melewati tahap theta dan alfa yang penting.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement