Rabu 17 Jan 2024 10:21 WIB

IHSG Diprediksi Volatil Seiring Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Volatilitas IHSG merespons banyak sentimen dari RDG BI, ekonomi China, dan Fed.

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diprediksi bergerak volatil seiring keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Rabu (17/1/2024).

IHSG dibuka menguat 5,22 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.248,01. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,11 poin atau 0,11 persen ke posisi 976,50.

Baca Juga

"Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak volatil merespon banyak sentimen, mulai dari hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pertumbuhan ekonomi China, dan pidato pejabat The Fed," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, pada Rabu (17/1) siang ini, BI akan merilis keputusan RDG terkait suku bunga acuannya, yang diperkirakan akan kembali ditahan di level 6,00 persen.

Sebelumnya, BI merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2023 tetap terkendali atau sebesar 400,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 2,0 persen year on year (yoy), dibandingkan pada Oktober sebesar 0,7 persen (yoy).

Dari Asia, China akan merilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) pada kuartal IV-2023, yang diperkirakan tumbuh menjadi 5,3 persen (yoy), dari sebelumnya sebesar 4,9 persen (yoy) pada kuartal III 2023.

Dari Eropa, Inggris akan merilis data inflasi periode Desember 2023, yang diperkirakan sedikit turun menjadi 3,8 persen (yoy), dibandingkan 3,9 persen (yoy) pada November 2023.

Apabila inflasi Inggris terus menurun, berpeluang membuat bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) mulai akan memangkas suku bunga acuannya pada tahun ini.

Sementara itu, bursa saham Wall Street berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, merespon mode wait and see menanti pidato sejumlah pejabat the Fed di tengah inflasi dan pasar tenaga kerja yang kembali memanas.

Indeks Dow Jones Index (DJI) ditutup melemah 0,62 persen ke 37.361,12, indeks S&P 500 melemah 0,37 persen ke posisi 4765,98 dan indeks Nasdaq Composite turun 0,19 persen ke posisi 14.944,35.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 257,10 poin atau 0,72 persen ke 35,876,30, indeks Hang Seng melemah 329,17 poin atau 2,07 persen ke 15,536,75, indeks Shanghai melemah 17,40 poin atau 0,60 persen ke 2.876,59, dan indeks Straits Times melemah 23,30 poin atau 0,73 persen ke 3.161,69.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement