Kamis 04 Jan 2024 23:20 WIB

Vietnam Kembangkan Strategi Ekspor Makanan Halal

Menurut Pemerintah Vietnam, pasar makanan halal sangat penting.

Logo makanan halal (ikustrasi). Pemerintah Vietnam menyadari pentingnya pasar makanan halal.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Logo makanan halal (ikustrasi). Pemerintah Vietnam menyadari pentingnya pasar makanan halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Vietnam menyadari pasar makanan dan jasa layanan halal sangat penting. Hal tersebut lantaran saat ini pasar makanan halal sangat besar.

"Ini bisa bernilai miliaran dolar. Jadi, ini sangat penting bagi perekonomian mana pun," kata Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong saat pertemuan pers tahunan di Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta pada Kamis (4/1/2024).

Baca Juga

Oleh karena itu, kata Van Thong, saat ini Pemerintah Vietnam juga sedang mengembangkan strategi untuk mengembangkan industri ekspor halal baik dalam bentuk produk makanan, jasa dan produk lainnya. Van Thong  menjelaskan bahwa Pemerintah Vietnam juga berupaya melakukan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk menerbitkan sertifikat halal bagi industri Vietnam.

"Karena sejauh ini yang saya pahami sertifikat tersebut disediakan oleh Pemerintah di Indonesia dan ini sangat berharga bagi Vietnam dan industri. Jadi kami berharap dalam waktu dekat sertifikat tersebut dapat diberikan langsung di Vietnam kepada perusahaan-perusahaan Vietnam," katanya.

Van Thong mengatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah populasi yang banyak dan letaknya sangat dekat dengan Vietnam serta sesama negara anggota ASEAN. "Kami memiliki banyak kesamaan, terutama latar belakang sejarah dan budaya, sehingga banyak warga Vietnam yang dapat berkunjung ke Indonesia berkat adanya penerbangan langsung antar kedua negara," kata Dubes.

Van Thong berharap masyarakat Indonesia juga dapat memanfaatkan konektivitas itu untuk berkunjung ke Vietnam. "Banyak spot unik dan tempat indah yang dapat ditawarkan kepada masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan masyarakat untuk melakukan perjalanan meningkat secara signifikan, terutama setelah pandemi". Sebelumnya pada Agustus kedua negara telah meluncurkan penerbangan langsung dari Kota Ho Chi Minh ke Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu tiga jam.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement