Senin 11 Dec 2023 11:44 WIB

Jangan Keliru, Ini 5 Mitos Buah untuk Diet

Banyak mitos yang salah tentang buah dan penurunan berat badan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Untuk lebih meningkatkan rasa kenyang, pasangkan buah-buahan dengan protein seperti Greek yogurt, selai kacang atau keju dan keripik.
Foto: Pixabay/StockSnap
Untuk lebih meningkatkan rasa kenyang, pasangkan buah-buahan dengan protein seperti Greek yogurt, selai kacang atau keju dan keripik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Untuk menurunkan berat badan, ada beragam cara yang bisa dilakukan, seperti mengatur pola makan. Salah satu caranya adalah mengonsumsi buah secara teratur. Namun, masih banyak mitos yang salah tentang buah dan penurunan berat badan, seperti buah tertentu bisa menggemukkan.

Berikut deretan fakta tentang buah yang dijelaskan oleh para pakar, seperti dilansir Live Strong, Senin (11/12/2023):

Baca Juga

1.Tidak boleh makan buah karena tinggi gula

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang buah adalah mengandung banyak gula dan buruk bagi tubuh. Perlu disorot perbedaan antara gula alami dalam buah dan makanan dengan tambahan gula.

“Buah-buahan juga merupakan salah satu makanan paling bergizi dan memberikan nutrisi lain, seperti vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Selain itu, kandungan airnya tinggi yang berarti dapat membantu mengatur nafsu makan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama,” kata ahli diet dan gizi untuk Dietitian Fit & Co. Reema Patel

Meskipun buah mengandung gula alami, Anda tetap harus memasukkannya ke dalam menu makanan sehari-hari karena buah kaya akan manfaat nutrisi.

 

2.Buah dapat membuat berat badan bertambah karena tinggi karbohidrat

Buah memang mengandung karbohidrat, tetapi karbohidrat yang terkandung dalam buah sehat dan sebagian besar berasal dari serat. Serat bisa mendukung mikrobioma usus yang sehat, melancarkan buang air besar, dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. “‌Tidak perlu mengurangi buah-buahan hanya karena mengandung karbohidrat. Makan buah dapat membantu Anda merasa lebih kenyang yang dapat membantu upaya penurunan berat badan dan memberi Anda lebih banyak energi selama aktivitas fisik,” kata ahli diet dan gizi bersertifikat di Florida Roxana Ehsani.

 

3.Alpukat membuat gemuk

Salah satu buah yang sering dihilangkan ketika seseorang sedang mencoba menurunkan berat badan adalah alpukat. Hal itu karena alpukat relatif tinggi lemak.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, asupan lemak sehat secara teratur dapat membantu mengatur nafsu makan dan membuat kenyang lebih lama dan lebih kenyang. ‌Patel menganjurkan untuk mendapatkan sumber lemak sehat di setiap makanan, termasuk alpukat. Gabungkan alpukat dengan protein tanpa lemak, biji-bijian, dan sayuran untuk mendapatkan makanan yang seimbang, bergizi, dan mengenyangkan.

 

4.Mencampur buah menghancurkan serat dan mengurangi nutrisi

Mencampur buah-buahan memang membuat buah-buahan terkena oksidasi dan nutrisi bisa hilang. Namun, butuh waktu sekitar satu jam agar nutrisi dapat terpengaruh. Jadi, jika Anda memblender lalu meminumnya, Anda tidak perlu khawatir. Memadukan buah-buahan untuk membuat smoothie adalah cara yang bagus untuk menambah porsi buah dan serat.

 

5.Tidak boleh makan buah saat perut kosong

Mitos lain tentang buah adalah memakannya saat perut kosong membuatnya mengendap dan membusuk di perut sehingga memperlambat pencernaan makanan lain. Buah-buahan yang mengandung serat larut seperti apel dan buah jeruk menarik air di usus sehingga membentuk gel yang dapat memperlambat pencernaan.

Pakar diet Carolina Margolis mengatakan ini bukanlah hal buruk lantaran serat dalam buah dapat membantu merasa kenyang dan mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Malah hal tersebut bisa membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan.

Untuk lebih meningkatkan rasa kenyang, pasangkan buah-buahan dengan protein seperti Greek yogurt, selai kacang atau keju dan keripik. “Makanan ini juga lebih menstabilkan gula darah dan probiotik dalam yogurt dapat berkontribusi pada stabilisasi gula darah dan produksi hormon pengatur rasa lapar dan penurunan berat badan,” ujarnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement