Kamis 23 Nov 2023 18:46 WIB

Jangan Sampai Salah Pilih, Ini Kiat Berbusana Tepat Sesuai Bentuk Tubuh

Layering atau gaya pakaian bertumpuk dan berlapis telah menjadi tren fesyen.

Sejumlah desainer mode memprediksi gaya layering atau gaya pakaian bertumpuk akan masih menjadi tren di tahun 2024/ilustrasi
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah desainer mode memprediksi gaya layering atau gaya pakaian bertumpuk akan masih menjadi tren di tahun 2024/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Seorang penata busana (fashion stylist) selebriti Reynintha Sarassati Hutasoit memberikan tips bergaya pakaian “layering” menyesuaikan bentuk tubuh. “Gaya pakaian berlapis ini perlu siasat untuk beberapa bentuk tubuh,” kata dia di sela media gathering Uniqlo di Jakarta, Rabu (22/11/2023) malam.

“Layering” atau gaya pakaian bertumpuk dan berlapis telah menjadi tren fesyen beberapa tahun ke belakang. Bahkan sejumlah desainer mode memprediksi gaya ini akan masih menjadi tren di tahun 2024.

Baca Juga

Wanita yang akrab disapa Rere itu mengatakan, “layering” tidak memerlukan trik khusus bagi orang dengan tubuh ideal. Namun ada beberapa kiat khusus untuk bentuk tubuh seperti tubuh besar dan tinggi di bawah rata-rata.

“Pada dasarnya gaya berpakaian tidak ada batasan, dan selama pemakainya nyaman dan percaya diri, tidak akan ada yang salah,” jelas Rere.

 

“Namun dengan sedikit trik, mampu menonjolkan kelebihan pada tubuh yang terkadang tidak disadari,” tambahnya.

Bagi orang dengan tubuh besar, penata busana yang biasa merias Afgan hingga Maudy Ayunda itu menganjurkan untuk menghindari padding atau bantalan busa pada bagian bahu.

Padding pada bahu biasanya akan menambah kesan tegap dan dada yang bidang, bila digunakan dengan orang bertubuh besar, ditambah dengan gaya “layering”, padding dapat menambah kesan besar pada tubuh.

Outer atau luaran berjenis parka bisa jadi pilihan untuk bentuk tubuh ini. “Padding bisa jadi bagus untuk tubuh besar, namun bukan untuk gaya potongan oversize dan layering,” ujar Rere.

Sementara bagi seseorang yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata, Rere menganjurkan untuk menghindari celana potongan ketat, seperti skinny pants.

Sebaliknya, ia menyarankan untuk memakai celana longgar seperti celana baggie. Ini akan mengurangi kesan mungil pada tubuh. Celana yang menunjukkan mata kaki dipadankan dengan sepatu berujung runcing juga akan menambah kesan tinggi pada seseorang.

Bila tetap ingin mengenakan celana yang mengekspos bagian kaki, opsi celana pendek potongan “flare” adalah yang terbaik, kata Rere.

Sedangkan, bagi yang memiliki tubuh gemuk dan tidak tinggi, Rere menganjurkan untuk menggunakan atasan di bawah bokong. “Menutupi bagian bokong akan menyiasati bentuk tubuh terkesan ‘bantat’, celana model palazo juga akan membantu,” kata Rere.

Meski demikian, Rere kembali menegaskan, bahwa tiap orang berhak untuk mengekspresikan diri sesuai selera dan gayanya masing-masing. Tiap orang pun memiliki daya tarik tersendiri tak terpaku pada bentuk tubuh tertentu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement