Rabu 22 Nov 2023 09:29 WIB

Haru Taylor Swift Bawakan “Bigger Than the Whole Sky”, Usai Kabar Kematian Seorang Fans

Panas terik diduga menjadi penyebab kematian salah satu fans Taylor Swift.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift tampil konser Eras Tour di New Jersey, AS, 26 Mei 2023.
Foto: EPA-EFE/SARAH YENESEL
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift tampil konser Eras Tour di New Jersey, AS, 26 Mei 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taylor Swift menunjukkan penampilan yang luar biasa di Rio de Janeiro, Brasil, sebagai penghormatan kepada seorang penggemar, Ana Clara Benevides Machado, yang meninggal sehari sebelum pertunjukannya ditunda. Selama konser dan menghadapi hujan lebat, Swift menyanyikan baladanya "Bigger Than the Whole Sky", sebagai salah satu lagu kejutannya.

Ia terlihat sangat emosional pada piano yang dimainkannya. Lagu tersebut memuat lirik seperti, ‘Goodbye, goodbye, goodbye/You were bigger than the whole sky/You were more than just a short time’. Fans memuji Swift atas sikapnya terhadap Machado.

Baca Juga

“Kita bisa dengan jelas melihat dia kembali ke profesionalisme yang membentengi dirinya, sehingga dia tidak menangis saat menyanyikannya. Oh Taylor, aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu,” tulis salah satu penggemarnya.

“Aku tahu Taylor berkata bahwa dia tidak akan pernah bisa membicarakan apa yang terjadi, tapi ini adalah cara yang indah dan spesial untuk menghormati Ana,” tulis penggemar lainnya menyahuti.

“Seketika air mata mengucur, sungguh memilukan,” tulis penggemar ketiga.

Panas terik pada Jumat (17/11/2023), diperkirakan menjadi penyebab kematian Machado. Pagi itu, suhu di Rio (kombinasi suhu dan kelembapan) tercatat sebesar 138 derajat Fahrenheit atau 58,8 derajat Celcius. Ini merupakan indeks tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut.

Machado yang berusia 23 tahun itu pingsan pada Jumat di Stadion Olimpiade Nilton Santos, dan kemudian meninggal. Penyebab kematiannya saat ini tidak diketahui.

Setelah mengetahui kematian Machado, Swift mengungkapkan di media sosialnya, bahwa dia merasa hancur atas insiden memilukan tersebut.

“Saya tidak akan bisa membicarakan hal ini dari atas panggung, karena saya merasa diliputi kesedihan ketika saya mencoba membicarakannya,” kata Swift.

“Saya ingin mengatakan, sekarang saya sangat merasakan kehilangan ini dan patah hati saya sampaikan kepada keluarga dan teman-temannya. Ini adalah hal terakhir yang pernah saya pikirkan akan terjadi ketika kami memutuskan untuk membawa tur ini ke Brasil,” kata Swift lagi.

Pertunjukan Sabtu malam pelantun "Cruel Summer" itu pun ditunda karena suhu ekstrem.

“Saya menulis ini dari ruang ganti saya di stadion. Keputusan telah diambil untuk menunda pertunjukan malam ini karena suhu ekstrem di Rio. Keamanan dan kesejahteraan para penggemar saya, sesama pemain, dan kru harus dan akan selalu diutamakan,” kata Swift.

Swift dijadwalkan tampil Senin malam di Rio de Janeiro, sebelum menuju ke São Paulo untuk tiga pertunjukan terakhir tahun ini pada 24 hingga 26 November, dengan perkiraan cuaca akan turun hujan.

Tur Eras akan dimulai kembali pada 2024 di Jepang. Akhir pekan tersebut juga menandai perolehan penghargaan lainnya untuk pelantun "Love Story" itu.

Swift sekarang setara dengan Drake untuk Billboard Music Awards terbanyak dalam sejarah, memperoleh 10 trofi pada Minggu malam, sehingga totalnya ia meraih 39 trofi sepanjang kariernya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement