Sabtu 18 Nov 2023 08:25 WIB

Kemenangan El Rumi Atas Jefri Nichol Kontroversial, Bagaimana Sebenarnya Aturan Tinju?

Sebagian warganet menganggap Jefri yang layak menang.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Laga tinju antara Jefri Nichol vs El Rumi dalam ajang Superstar Knockout di Mahaka Square Jakarta, Jumat (17/11/2023).
Foto: IG Rans Entertainment
Laga tinju antara Jefri Nichol vs El Rumi dalam ajang Superstar Knockout di Mahaka Square Jakarta, Jumat (17/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Kemenangan El Rumi dari Jefri Nichol dalam pertandingan tinju bertajuk Superstar Knockout di Mahaka Square Jakarta, yang digelar Rans Entertainment, Jumat (17/11/2023), menjadi kontroversial di mata warganet. Sebagian warganet menganggap Jefri yang layak menang, sebaliknya ada pula yang menilai keputusan juri sudah tepat.

Pertandingan berlangsung empat ronde, di mana Jefri mendapat nilai 38, 37, dan 37. El mendapat nilai 38, 39, dan 39. Akan tetapi hasil ini dianggap membuat kaget.

Baca Juga

Sebenarnya bagaimana peraturan tinju?

Dikutip dari laman Dazn, Sabtu (18/11/2023), dalam tinju profesional, pertarungan dapat berlangsung hingga 12 ronde berdurasi tiga menit, dengan jeda satu menit di antara setiap ronde. Cara menyerangnya yaitu memukul dengan tangan dikepal, dilarang melayangkan pukulan ke bagian bawah ikat pinggang atau bagian belakang kepala dan leher lawan.

 

Lawan tidak bisa dipukul saat mereka terjatuh. Jika seorang petinju terkena pukulan rendah, mereka dapat diberikan waktu hingga lima menit untuk pulih.

Bagaimana cara memenangkan pertandingan tinju profesional? Ternyata, ada tiga cara untuk memenangkan pertandingan tinju profesional.

Metode 1: KO

Pemain akan tersingkir jika dijatuhkan oleh lawannya dan tidak dapat bangkit dalam waktu 10 detik.

 

Metode 2: KO teknis

Hal ini dicapai dengan petinju yang menunjukkan ketidakmampuan untuk melanjutkan, atau wasit, tim pojok atau staf medis menarik petinju tersebut keluar dari kontes sebelum jarak yang dijadwalkan berakhir.

Metode 3: Kartu penilaian juri

Selama pertarungan tinju profesional, sering kali ada tiga juri di tepi ring yang memberikan skor kepada petarung yang mereka rasa telah memenangkan setiap ronde.

Jika pertandingan tidak dapat diputuskan dengan KO, KO teknis atau diskualifikasi, maka tergantung petarung mana yang mendapat skor tertinggi di kartu skor juri.

Jika ketiga ofisial sepakat mengenai siapa yang memenangkan pertarungan, hal tersebut dianggap sebagai keputusan dengan suara bulat. Keputusan terpisah dinyatakan jika dua juri menilai pertarungan menguntungkan petinju.

Bisakah pertandingan tinju profesional berakhir seri?

Jika salah satu juri unggul atas Petinju A, juri lainnya unggul atas Petinju B, dan juri ketiga mencetak skor sebagai seri, maka hasil keseluruhannya adalah seri (juga dikenal sebagai 'split draw').

Jika ketiga juri menghasilkan angka yang sama, itu juga dianggap seri ('unimous draw').

Ada juga hasil imbang mayoritas jika dua dari tiga juri bertanding imbang tetapi juri ketiga unggul atas Petinju A, keunggulan tipis seperti itu tidak cukup bagi Petinju A untuk dinyatakan sebagai pemenang.

Bisakah petinju didiskualifikasi saat bertarung?

Diskualifikasi dapat terjadi dalam tinju jika salah satu atau kedua petarung melakukan pelanggaran terhadap lawan atau melanggar peraturan. Petinju yang didiskualifikasi secara otomatis akan kalah dalam kontes, tetapi jika kedua petinju didiskualifikasi, maka pertarungan tersebut dinyatakan tidak ada kontes.

Mayoritas diskualifikasi terjadi karena pelanggaran berulang yang disengaja seperti menanduk, pukulan rendah, dan menggigit. Sering kali wasit akan memberikan peringatan lisan kepada seorang petarung jika mereka melihat pelanggaran peraturan sebelum menerapkan diskualifikasi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement