Kamis 09 Nov 2023 11:54 WIB

Buat Frustrasi Perempuan, Ini 10 Mitos PCOS yang Menyesatkan

PCOS terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon pada perempuan.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Perempuan obesitas bisa mengalami PCOS namun hal ini tidak selalu terjadi (ilustrasi)
Foto: Mayo Clinic News Network
Perempuan obesitas bisa mengalami PCOS namun hal ini tidak selalu terjadi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sindrom ovarium polikistik (PCOS) bisa membuat frustrasi bagi penderitanya. Menurut Office on Women's Health, hingga 10 persen orang dengan ovarium mengalami kondisi tersebut selama masa reproduksinya.

“PCOS adalah ketidakseimbangan hormon di mana ovarium Anda memproduksi kelebihan hormon yang disebut androgen,” jelas Amy Wetter, MD, spesialis kandungan di Pediatrix Medical Group di Atlanta, Georgia, dikutip dari Livestrong, Kamis (9/11/2023).

Baca Juga

Karena ketidakseimbangan hormon ini, wanita sering kali mengalami telat menstruasi, siklus tidak teratur, ovulasi yang tidak dapat diprediksi, dan juga dapat mengalami jerawat, rambut berlebih, obesitas, rambut tipis, kista di ovarium, serta infertilitas. “Penyebab pasti PCOS belum jelas saat ini, namun penelitian genom telah mengidentifikasi beberapa gen yang mungkin berperan dalam perkembangannya dan mempengaruhi seseorang terhadap penyakit ini,” kata Elizabeth Dilday, MD, seorang spesialis kandungan di Orange County, California, AS.

Namun, di sisi lain, berkembang mitos keliru tentang PCOS yang membuat kesalahpahaman terhadap metode pengobatan penyakit ini. Berikut adalah 10 mitos paling umum tentang PCOS:

 

 

Mitos 1: Semua Penderita PCOS Memiliki Kista Ovarium

Stephanie Smeltzer, MD, ahli endokrinologi reproduksi di Atlantic Center for Reproductive Medicine mengatakan anggapan penderita PCOS memiliki kista ovarium itu tidak benar. Faktanya, ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini, dan kista hanyalah salah satu kemungkinannya.

 

Mitos 2: Gaya Hidup Penyebab PCOS

Banyak orang mengira PCOS disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan atau kurang olahraga. Tapi Pamela Berens, MD, ob-gyn dan profesor di UTHealth Houston, mengatakan PCOS adalah kelainan endokrin dan metabolik, serta mungkin ada kecenderungan genetik untuk penyakit ini.

 

Mitos 3: Penyakit Orang dengan Obesitas 

Penelitian pada bulan September 2019 dalam ‌Clinical Medical Insights: Reproductive Health‌ menemukan bahwa antara 38 dan 88 persen penderita PCOS memenuhi kriteria kelebihan berat badan atau obesitas. Tetapi meskipun ini mungkin mayoritas, namun tentu saja tidak semua orang. Mekanisme yang mendasarinya adalah disfungsi hormon ovarium, yang dapat terjadi pada wanita normal dan kelebihan berat badan/obesitas.

 

Mitos 4: Alami Pertumbuhan Rambut Berlebihan

Meskipun benar bahwa pertumbuhan rambut yang berlebihan dapat menjadi tanda PCOS bagi sebagian orang, ‌tetapi tidak semua‌ penderita PCOS mengalami gejala ini. Dr Amy Wetter mengatakan hirsutisme, atau pola pertumbuhan rambut pria yang menyebabkan pertumbuhan rambut di wajah, punggung, dan dada, bisa menjadi tanda PCOS, tapi bisa juga merupakan gejala kelainan endokrin yang berbeda atau sekadar produk dari etnis seseorang.

 

Mitos 5: Tidak Bisa Hamil

Meskipun benar bahwa kurangnya ovulasi adalah tanda PCOS dan sering kali menjadi bagian dari diagnosisnya, bukan berarti Anda tidak dapat berovulasi jika Anda menderita kelainan tersebut. “Bagi wanita penderita PCOS yang memang mengalami infertilitas, banyak sekali g banyak perawatan yang tersedia untuk meningkatkan ovulasi dan kesuburan," kata Dr Berens.

 

Mitos 6: Sulit Turunkan Berat Badan

Melanie Bone, MD, seorang spesialis kandungan dan anggota dewan medis di perusahaan kesehatan ginekologi Daye, mengatakan pengelolaan berat badan (BB) mungkin lebih sulit bagi beberapa penderita PCOS karena resistensi insulin dan ketidakseimbangan hormon. Namun bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana, seperti mengurangi kalori dan berolahraga.

 

Mitos 7: PCOS Hanya Gangguan Reproduksi

Meskipun PCOS diklasifikasikan sebagai kelainan endokrin reproduksi, PCOS dapat memengaruhi banyak sistem di tubuh di luar sistem reproduksi. Misalnya, PCOS dapat menyebabkan masalah kulit, seperti jerawat dan pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan.

 

Mitos 8: Tidak Membutuhkan Alat Kontrasepsi

“Tidak benar bahwa penderita PCOS tidak berovulasi atau hamil, jadi jika kehamilan bukan pilihan bagi Anda saat ini, Anda sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi, kata Dr Dilday.

 

Mitos 9: Harus Hamil Sebelum Mengunjungi Spesialis

Mitos lainnya adalah harus mencoba untuk hamil setidaknya satu tahun sebelum menemui spesialis kesuburan jika menderita PCOS. “Tidak mungkin hamil tanpa berovulasi, jadi jika Anda tahu Anda tidak berovulasi, semakin dini Anda menemui spesialis kesuburan, semakin dini kami dapat membantu Anda hamil,” ujar Dr Smeltzer.

 

Mitos 10: PCOS Hilang Saat Menopause

Memang benar bahwa ketidakteraturan ovulasi akan hilang setelah menopause. Namun, kondisi metabolisme seperti resistensi insulin akan tetap ada. PCOS sebenarnya merupakan kondisi seumur hidup, kata Dr Bone, meskipun manifestasinya berbeda-beda pada waktu yang berbeda dalam hidup. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement