Jumat 03 Nov 2023 14:16 WIB

Tidak Perlu Menghindari Gula, Asalkan...

Perlu diingat bahwa konsumsi gula berlebihan juga tidak disarankan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Tidak masalah menambahkan sedikit gula ke dalam makanan atau minuman, tapi tak perlu berlebihan supaya tak ada risiko gangguan kesehatan serius. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Tidak masalah menambahkan sedikit gula ke dalam makanan atau minuman, tapi tak perlu berlebihan supaya tak ada risiko gangguan kesehatan serius. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai rekomendasi menyarankan untuk mengurangi gula dalam teh atau kopi, bahkan sama sekali menghentikannya. Namun, sebuah studi baru menyebutkan bahwa menambahkan gula ke minuman teh atau kopi sebenarnya tidak berdampak buruk.

Penelitian itu tidak menemukan hubungan antara pemanis minuman dan peningkatan risiko diabetes dan kematian dini. Ilmuwan Belanda, Denmark, dan Inggris menganalisis data dari Copenhagen Male Study yang menghimpun data para pria sejak 1970an.

Baca Juga

Tidak disebutkan secara rinci berapa banyak gula yang ditambahkan oleh para pria dalam penelitian ke dalam minuman panas mereka. Analisis untuk para perempuan juga tak termuat di studi ini. Namun, secara keseluruhan, mereka yang mengaku menambahkan gula ke dalam teh atau kopi tidak lebih berisiko terpapar masalah kesehatan tertentu dibandingkan yang tidak menambahkan gula ke minumannya.

"Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan gula dalam teh dan kopi dan semua penyebab kematian, kematian kardiovaskular, kematian akibat kanker, atau diabetes," ujar penulis studi, dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (3/11/2023). 

Akan tetapi, konsumsi gula berlebihan juga tidak disarankan. Sebuah analisis besar baru-baru ini menyimpulkan bahwa konsumsi gula yang tinggi berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Efek utamanya yakni penyakit kardiometabolik, termasuk serangan jantung, strok, dan diabetes. 

Analisis terhadap 73 penelitian skala besar dan lebih dari 8.600 artikel ilmiah menemukan hubungan berbahaya yang signifikan antara konsumsi gula dalam jumlah tinggi pada gangguan metabolisme, dan masalah jantung. Konsumsi gula tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Mengomentari dua temuan yang kontras itu, pakar penurunan berat badan Sarah Stombaugh mengatakan bahwa kuncinya adalah konsumsi secukupnya. Tidak masalah menambahkan sedikit gula ke dalam makanan atau minuman, tapi tak perlu berlebihan supaya tak ada risiko gangguan kesehatan serius.

Stombaugh lebih merekomendasikan membuat minuman sendiri di rumah daripada terus-menerus membeli di gerai minuman yang kadar gulanya tak diketahui secara pasti. "Di rumah, seseorang cenderung menambahkan lebih sedikit gula daripada (jumlah gula) yang terkandung pada minuman di kafe," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement