Rabu 25 Oct 2023 14:50 WIB

Ibu Hamil Disarankan tak Stres, Ini Dampak Buruknya pada Janin

Pikiran ibu hamil berpengaruh terhadap pertumbuhan janinnya.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Qommarria Rostanti
Bayi (iustrasi). Ibu hamil yang mengalami stres dapat berdampak ke janin.
Foto: Foto : MgRol_94
Bayi (iustrasi). Ibu hamil yang mengalami stres dapat berdampak ke janin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli menunjukkan bahwa berpikir positif dapat membentuk tubuh, menyembuhkan secara internal, dan menjaga janin agar lebih sehat selama masa kehamilan. Pikiran seorang ibu hamil (bumil) ternyata berpengaruh terhadap pertumbuhan janinnya. 

“Segala sesuatu yang dirasakan dan dipikirkan oleh bumil dikomunikasikan melalui neurohormon kepada janinnya, sama seperti alkohol dan nikotin,” kata pendiri Association for Prenatal and Perinatal Psychology and Health (APPPAH) dr Thomas Verny.

Baca Juga

Dalam buku Magical Beginnings, Enchanted Lives karya dr Deepak Chopra menjelaskan apa yang ditunjukkan oleh penelitian ketika seorang bumil merasa cemas, stres, atau dalam keadaan ketakutan. "Hormon stres yang dilepaskan ke dalam aliran darahnya melewati plasenta ke dalam rahim. Ratusan penelitian telah mengkonfirmasi bahwa bahan kimia yang dikeluarkan oleh tubuh bumil dibawa ke dalam rahim dan memengaruhi bayi yang belum lahir," kata Chopra, dilansir Fit for Birth, Rabu (25/10/2023).

Pikiran negatif sering kali menjadi akar penyebab respons stres yang didasari rasa takut. Chopra mengatakan, stres mengaktifkan sistem endokrin bayi yang belum lahir dan memengaruhi perkembangan otak janin. 

 

Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami stres berat saat hamil, lebih mungkin mengalami masalah perilaku di kemudian hari. Sementara itu, Verny menyebut penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami stres ekstrem terus-menerus lebih cenderung melahirkan bayi prematur, berat badan di bawah rata-rata, hiperaktif, mudah tersinggung, dan kolik.

Pakar terkenal lainnya, ahli biologi sel dan ahli saraf, Bruce Lipton, mengatakan saat melewati plasenta, hormon seorang ibu yang mengalami stres kronis akan mengubah distribusi aliran darah pada janinnya dan mengubah karakter fisiologi anaknya yang sedang berkembang. Sebaliknya, emosi bumil yang positif telah terbukti meningkatkan kesehatan janin.

"Saat Anda dalam keadaan damai dan rileks, Anda melepaskan bahan kimia yang mirip dengan obat penenang yang diresepkan. Tanpa stres, sistem saraf bayi Anda bekerja dengan lancar. Saat Anda tenang, bayi Anda bisa tumbuh dengan damai,” ujar Chopra.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement