Sabtu 21 Oct 2023 03:42 WIB

Gawat, Kelamaan Duduk Tingkatkan Risiko Demensia

Risiko demensia pada orang yang terlalu lama duduk tetap tinggi meski berolahraga.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Friska Yolandha
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA telah mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko demensia.
Foto: EPA-EFE / LUCA ZENNARO
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA telah mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA telah mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama, baik di tempat kerja maupun di rumah, dapat meningkatkan risiko terkena demensia, bahkan jika seseorang rajin berolahraga. Para peneliti menemukan bahwa efek negatif dari duduk berjam-jam dapat sangat berpengaruh, dan risikonya tetap tinggi bahkan bagi individu yang berolahraga secara teratur.

Penelitian ini melibatkan 49.841 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih, dan hasilnya menegaskan bahwa perilaku menetap seperti duduk dapat meningkatkan risiko terkena demensia. “Temuan ini mendukung gagasan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk perilaku duduk dapat meningkatkan risiko demensia,” kata seorang profesor neurologi di Boston University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Andrew Budson, dilansir The Washington Post, Jumat (20/10/2023).

Baca Juga

Hasil penelitian ini juga menyoroti betapa besar dampak duduk pada kesehatan pikiran dan tubuh, dan menunjukkan bahwa olahraga saja mungkin tidak cukup untuk melindungi diri dari risiko ini. Dampak buruk duduk telah diketahui sebelumnya, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan kematian dini. Bahkan bagi mereka yang berolahraga, duduk berlebihan dapat menghilangkan beberapa manfaat metabolisme yang diharapkan dari aktivitas fisik.

Penelitian ini mencari tahu apakah duduk juga berdampak pada kesehatan otak, dan hasilnya mengungkapkan bahwa duduk yang berlebihan meningkatkan risiko demensia. Risiko semakin besar bagi mereka yang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari duduk, dan risiko demensia bahkan meningkat hingga 63 persen lebih tinggi pada individu yang duduk lebih dari 12 jam.

 

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa olahraga tidak dapat sepenuhnya mengatasi dampak buruk duduk, karena orang yang berolahraga tetapi duduk sepanjang hari memiliki risiko yang sama tingginya terkena demensia.

Seorang profesor ilmu biologi dan antropologi di University of Southern California yang memimpin penelitian, David Raichlen memberikan panduan tentang bagaimana individu dapat mengurangi risiko demensia dengan menghindari perilaku duduk berlebihan. Menurut Raichlen, cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia adalah dengan mengurangi duduk secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidak banyak bergerak selama 9,5 jam sehari tidak mengalami peningkatan risiko demensia.

Bagi pekerja yang harus berada lama di depan komputer disarankan....

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement