Kamis 19 Oct 2023 13:23 WIB

Sebelum Jadi Bintang Film, Pemenang Oscar Michelle Yeoh Ingin Jadi Atlet Olimpiade

Yeoh adalah salah satu dari delapan anggota baru yang dipilih.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Michelle Yeoh
Foto: EPA
Michelle Yeoh

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- Michelle Yeoh mengatakan, dia ingin menjadi atlet Olimpiade sebelum menjadi bintang film. Hal itu dia sampaikan setelah terpilih menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Selasa (17/10/2023). 

Dilansir The Straits Times, Kamis (19/10/2023), Yeoh adalah salah satu dari delapan anggota baru yang dipilih pada hari terakhir sesi IOC ke-141 di Mumbai, India. Setelah terpilih dengan 67 suara berbanding sembilan, dengan satu abstain, Yeoh mengatakan ada banyak kesamaan antara akting dan olahraga tingkat atas. 

Baca Juga

Sebelum pemungutan suara, Putri Anne dari Inggris, ketua pemilihan anggota IOC, memperkenalkan Yeoh sebagai “juara squash junior Malaysia”. 

“Sedihnya, keahliannya yang lain menjauhkannya dari kehidupan olahraganya, tapi kariernya sangat memuaskan dan banyak minat dalam olahraga selama itu," katanya.

 

Yeoh yang tersenyum, berbicara kepada wartawan setelahnya. Wanita berusia 61 tahun itu menuturkan dia ingat ketika seseorang bertanya kepadanya bagaimana dia menjadi seorang aktris. 

“Dan saya selalu berkata, ‘Saya tidak pernah bermimpi menjadi seorang aktris, tetapi sebagai seorang anak, saya selalu bermimpi menjadi seorang atlet Olimpiade’” kata Yeoh. 

Menurut Yeoh, olahraga adalah bagian dari hidupnya saat tumbuh dewasa. “Saya sangat terlibat dalam olahraga squash, atletik, renang, dan menyelam,” ujarnya. 

Yeoh menambahkan bahwa dia berharap dia bisa “mengawinkan” pengalamannya menjadi aktris sukses dengan pengetahuan yang diperoleh dari menjadi duta besar untuk Program Pembangunan PBB. Ketika Yeoh melihat Tim Pengungsi (tim Olimpiade yang terdiri dari para atlet pengungsi), aktris ini terharu dan merasa ini bisa menjadi awal yang sangat, sangat baik karena dia sudah mengerjakannya. 

“Di kamp, ketika Anda melihat anak-anak, mereka tidak punya apa-apa dan Anda harus memberi mereka harapan. Entah bagaimana, saya merasa olahraga dapat melakukan hal itu,” ujar perempuan kelahiran 1962 ini. 

Jika ditanya apakah squash masih menjadi olahraga....

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement