Sabtu 14 Oct 2023 11:05 WIB

Kurang Tidur Hampir Setiap Malam? Hati-Hati Kena Penyakit Jantung

Kurang tidur terus-menerus memperburuk kesehatan jantung.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Seorang wanita bergadang (ilustrasi). Kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada kemudian hari.
Foto: Dok. www.freepik.com
Seorang wanita bergadang (ilustrasi). Kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada kemudian hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada kemudian hari. Hal ini terungkap dari sebuah penelitian baru yang dilakukan para peneliti dari Columbia University Irving Medical Center.

Para peneliti melibatkan hampir 1.000 perempuan di Washington Heights untuk penelitian ini, termasuk 35 perempuan sehat yang biasanya tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam. Mereka mengikuti penelitian selama 12 pekan. Pada enam pekan awal, para peserta tidur sesuai rutinitas mereka yang biasa. Pada enam pekan berikutnya, mereka tidur 1,5 jam lebih lambat dari biasanya. 

Baca Juga

Kondisi tidur setiap peserta diverifikasi dengan pelacak tidur yang dikenakan di pergelangan tangan. Setelah enam pekan mengalami kurang tidur, kondisi para peserta kembali ditinjau.

Pada peserta yang kurang tidur, sel-sel yang melapisi pembuluh darah dibanjiri oleh oksidan yang merusak. Tidak seperti sel yang cukup istirahat, sel yang kurang tidur gagal mengaktifkan respons antioksidan untuk membersihkan molekul perusak.

Sel-sel yang meradang dan tidak berfungsi, merupakan langkah awal dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Ini adalah bukti langsung pertama yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis ringan berimbas pada kesehatan jantung. 

Pemimpin studi, Sanja Jelic, menyampaikan bahwa riset yang dia gagas bersama tim berusaha melihat hubungan antara tidur dan kesehatan jantung dalam penelitian epidemiologi. Namun, bisa saja ada sejumlah faktor perancu.

"Perilaku tidur seseorang tidak sama setiap malam. Kebanyakan orang bangun pada waktu yang sama setiap hari tetapi cenderung memundurkan waktu tidur mereka satu hingga dua jam," ungkap Jelic, dikutip dari laman News-Medical, Sabtu (14/10/2023).

Direktur Pusat Pengobatan Tidur di Columbia itu menyampaikan, butuh penelitian terkontrol secara acak supaya dapat menentukan dengan lebih akurat keterkaitan nyata antara kurang tidur dan peningkatan risiko penyakit jantung. Bagaimana pun, Jelic mengatakan riset itu penting sebab bisa memperingatkan bahaya dari kurang tidur.

"Orang-orang yang masih muda dan sehat perlu mengetahui bahwa jika mereka terus-menerus kurang tidur, mereka akan memperburuk risiko kardiovaskular mereka," kata kata profesor kedokteran di Divisi Kedokteran Paru, Alergi, dan Perawatan Kritis di Universitas Columbia Vagelos College of Physicians and Surgeons itu.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement