Rabu 11 Oct 2023 13:11 WIB

Cara Kerjanya Berbeda, Ini Ragam Jenis Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi dapat memberikan manfaat bagi pasangan suami istri.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi rahim perempuan. Penggunaan alat kontrasepsi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasangan suami istri.
Foto: Freepik
Ilustrasi rahim perempuan. Penggunaan alat kontrasepsi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasangan suami istri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan alat kontrasepsi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasangan suami istri atau pasutri. Di sisi lain, pasutri perlu memilih jenis alat kontrasepsi yang tepat agar mendapatkan manfaat optimal.

Salah satu manfaat dari alat kontrasepsi adalah menghindari terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan jarak kelahiran yang terlalu dekat. Dengan begitu, angka kematian ibu dan anak diharapkan dapat menurun, menurut Kementerian Kesehatan RI melalui laman resmi mereka.

Baca Juga

Tak hanya itu, kehamilan yang terencana dengan baik dapat menunjang proses tumbuh kembang anak. Mengatur jarak atau jumlah kelahiran juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga, khususnya terkait kehidupan perekonomian keluarga.

Saat ini, ada beragam jenis alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan bagi pasutri. Setiap jenis kontrasepsi ini memiliki cara kerja dan tingkat kegagalan yang berbeda-beda.

 

Secara garis besar, beragam jenis kontrasepsi dapat terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kontrasepsi reversible dan permanen. Berikut ini adalah jenis-jenis kontrasepsi tersebut, seperti diungkapkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dikutip oleh Republika.co.id melalui laman resminya, Rabu (11/10/2023).

1. IUD (Reversible)

IUD atau intrauterine device merupakan alat kontrasepsi yang ditanamkan di dalam rahim perempuan. IUD LNG bekerja dengan melepas progestin dalam jumlah kecil untuk mencegah terjadinya kehamilan dan bisa bertahan hingga 3-8 tahun di dalam rahim.

Sedangkan IUD Copper T dilapisi dengan tembaga yang mampu mencegah sperma mencapai sel telur dan bisa bertahan hingga 10 tahun di rahim. Tingkat kegagalan untuk IUD LNG dan IUD Copper T adalah 0,1-0,4 persen dan 0,8 persen.

2. Metode Hormonal (Reversible)

Ada beberapa opsi yang bisa dipilih oleh pasutri bila menginginkan alat kontrasepsi dengan metode hormonal. Salah satunya adalah implan yang mengandung progestin dan ditanamkan pada lengan atas perempuan. Implan ini bisa bertahan lebih dari tiga tahun dengan tingkat kegagalan 0,1 persen.

Jenis lainnya adalah injeksi hormon progestin pada bokong atau lengan setiap tiga bulan oleh dokter. Tingkat kegagalannya dalam mencegah kehamilan adalah 4 persen.

Ada pula kontrasepsi oral kombinasi atau....

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement