Jumat 06 Oct 2023 16:36 WIB

Miris Bocah SMP Ditanya Main Apa, ‘Selot... Selot...’

Sebagian remaja mengetahui judi online dari endorse yang ditampilkan Youtuber game.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Dua orang sedang bermain game online berunsur judi higgs domino island di Padang, Rabu (3/8)
Foto: Republika/Febrian Fachri
Dua orang sedang bermain game online berunsur judi higgs domino island di Padang, Rabu (3/8)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Judi online terus menjamur dan belum ada sanksi tegas lebih lanjut kepada perusahaan-perusahaannya. Bahkan, kalangan remaja sudah mulai banyak yang ikut-ikutan main judi online, seperti yang dikisahkan seorang pria di platform X. 

“Jadi keinget beberapa minggu lalu ngeliat bocah SMP main judi slot di depan warung gitu. Terus gue tanya, ‘Dek main apa itu?’, bocil menjawab, ‘Selot... Selot...’,” ungkap akun @christopher***, menceritakan pengalaman pribadinya, melihat langsung bocah SMP bermain judi online.

Baca Juga

Penasaran, ia bertanya darimana mereka tahu permainan tersebut. Dan mereka menjawab dari YouTube channel yang berisi konten Mobile Legend. Ini mengartikan, bahwa sebagian besar remaja mengetahui judi online dari endorse judi online yang ditampilkan konten kreator game.

Ia mengaku kasihan melihat anak-anak remaja yang jika dilihat dari sisi psikologis, mereka masih labil dan mudah terbawa arus. Pertama, anak-anak masih suka mengidolakan figur publik seperti streamers. Jadi apapun yang dilakukan idolanya, pasti ditiru tanpa pikir panjang. 

Kedua, psikologis anak belum bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia virtual. Judi slot bagi mereka hanya ‘mainan’ biasa, mereka tidak paham bahwa itu adalah benar-benar judi. “Contoh lainnya, sistem gacha dalam game itu juga kan anak-anak nggak tahu kalau mereka dibohongin,” ungkap akun tersebut.

Ketiga, pola pikir anak-anak masih sederhana dan tidak mengerti konsep uang dengan baik. Makanya mereka tidak takut rugi walaupun kalah judi.

“Intinya sih, gabungan antara faktor keidolaan sama pola pikir yang masih labil dan mudah di brainwash,” kata dia.

Influencer memiliki engagement lebih luas sehingga....

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement