Ahad 24 Sep 2023 11:08 WIB

Tiga Alasan Masyarakat Indonesia Berobat ke Luar Negeri

Salah satu alasan orang berobat ke luar negeri adalah pelayanan dan trust.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi rumah sakit. Ada beberapa alasan mengapa orang memilih berobat ke rumah sakit luar negeri.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ilustrasi rumah sakit. Ada beberapa alasan mengapa orang memilih berobat ke rumah sakit luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Aru Wicaksono Sudoyo memaparkan, ada beberapa alasan masyarakat Indonesia banyak yang berobat ke luar negeri. Salah satunya mencari opsi terbaik.

“Nggak usah public figure, orang biasa juga pada ke luar negeri terutama kalau ada uang,” ungkap Prof Aru dalam diskusi The Role of Internist in Cancer Management (ROICAM) 10 di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).

Baca Juga

Pihaknya melakukan survei kepada masyarakat yang kerap memilih berobat ke luar negeri. Ada tiga alasan teratasnya, di urutan ketiga karena dorongan keluarga karena ingin mencari yang lebih baik. Kedua, karena pelayanan, misalnya seperti di Singapura jelas pelayanan mereka lebih cepat.

“Namun bukan soal dokternya, karena obat juga sama. Jadi kenapa orang berobat ke Singapura, karena trust (percaya),” kata Prof Aru. Rasa percaya ini menduduki alasan teratas mengapa masyarakat Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri.

Seperti berobat ke Singapura, ini sudah dipercaya dari cerita mulut ke mulut. Maka, ini juga bisa menjadi koreksi diri bagi dokter-dokter di Indonesia dan tidak bisa juga menyalahkan pilihan orang yang ingin berobat ke luar negeri.

Prof Aru juga menjelaskan terkait cerita masyarakat Indonesia yang kerap mendapat diagnosis berbeda ketika berobat ke luar negeri. Jika ada dokter yang menyalahkan diagnosis dokter dari Indonesia, kemungkinan dokter itu berusaha menahan pasien agar tetap berobat ke rumah sakitnya.

“Di Singapura itu ada dokter baik dan nggak, ada yang berusaha nahan (pasien), ada juga teman-teman kami. Setelah mereka periksa, mereka kirim data juga ke kami. Antara mereka itu, mereka juga bersaing ‘Nggak bener Indonesia tuh’, antara kita pun juga ada,” ujar Prof Aru.

Untuk diketahui, beberapa figur publik dan pejabat Indonesia masih banyak yang memilih untuk menjalani pengobatan di Indonesia. Yang paling baru adalah kabar dari penyanyi Vidi Aldiano yang sempat menjalani pengobatan di Singapura tiga tahun lalu, dinyatakan sembuh, namun kini kankernya justru sudah menyebar.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement