Sabtu 23 Sep 2023 06:03 WIB

Edukasi Seduh Kopi Buat Ukhti Berminat Buka Usaha di Pesantren

Profesi barista tidak terbatas pada jenis kelamin atau usia.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari
Pengunjung Islamic Book Fair (IBF) 2023 belajar menyeduh kopi yang sehat di ruang Tokitoki di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).
Foto: Republika/Umi Nur Fadhilah
Pengunjung Islamic Book Fair (IBF) 2023 belajar menyeduh kopi yang sehat di ruang Tokitoki di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kehadiran Tokitoki Jakarta dan Coffee Crema di Islamic Book Fair (IBF) 2023 bertujuan memberikan peluang bagi semua kalangan, termasuk ukhti (perempuan) yang tertarik untuk memasuki dunia usaha kopi. Owner Tokitoki Jakarta dan Coffee Crema, Wawan, membagikan pengalamannya dalam memberikan edukasi kopi sehat kepada semua kalangan.

Wawan mengungkapkan bahwa belajar tentang kopi tidak memandang gender atau usia. Dia menceritakan tentang seorang ukhti yang belajar tentang kopi, hingga menunjukkan keahliannya dalam menyeduh kopi. Wawan mengatakan ukhti tersebut bahkan berencana untuk membuka usaha kopi di pesantrennya.

Baca Juga

“Hari ini sebenarnya ada ukhti ya, itu belajar di pesantren. Dan, dia itu jago juga ternyata. Dia seduh sendiri (ikut program Terjun Langsung), dan dia saya mau bikin usaha di pesantrennya juga,” kata Wawan di Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Ruang Mawar, Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).

Wawan menjelaskan bahwa menjadi seorang barista tidak terbatas pada jenis kelamin atau usia. Semua orang dapat mempelajari seni menyeduh kopi dengan baik. Wawan dan tim berusaha memberikan edukasi kepada siapa pun yang tertarik, termasuk pemula yang ingin memulai usaha kopi.

Bagi pemula yang ingin membuka usaha kopi, Wawan memberikan tips penting. Pertama, mereka harus memahami pasar atau market yang ingin mereka sasar. Penting untuk memahami kebutuhan dan preferensi pasar sebelum memulai usaha. Selanjutnya, pemula harus memilih peralatan yang sesuai dengan jenis kopi yang akan mereka jual. Terakhir, pemahaman tentang biji kopi, dan bagaimana memilihnya juga sangat penting.

Wawan menekankan pentingnya menguji pasar dan mendengarkan kebutuhan pelanggan. Selain itu, pemula harus mencoba produk mereka sendiri terlebih dahulu, dan mendapatkan masukan dari teman-teman dan keluarga sebelum memulai usaha kopi. Hal ini akan membantu mereka menentukan nilai jual produk mereka dan menghitung biaya produksi dengan tepat.

Terkait tren kopi saat ini, Wawan mengungkapkan bahwa tren kopi yang kekinian mulai mereda. Jenama besar sekarang lebih fokus pada strategi mendekatkan diri ke pelanggan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka menggunakan metode seperti bersepeda untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan adanya peluang dan edukasi yang diberikan oleh Tokitoki Jakarta dan Coffee Crema, semua kalangan dapat mengembangkan minat mereka dalam dunia kopi dan memulai usaha kopi yang sehat dan berkualitas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement