Kamis 07 Sep 2023 14:13 WIB

Simak Cerita Pemenang X Factor Kecanduan Judi Online Sampai Mati Rasa

Kecanduan judi itu bermula saat dia masih duduk di bangku SMP.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Pemenang kompetisi X Factor, Alvin Jonathan, mengaku pernah kecanduan judi online./ilustrasi
Foto: pixabay
Pemenang kompetisi X Factor, Alvin Jonathan, mengaku pernah kecanduan judi online./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa sangka pemenang kompetisi X Factor, Alvin Jonathan, ternyata pernah kecanduan judi online. Hal tersebut bermula saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Namun, Alvin mengaku, dia baru ketagihan saat kuliah."Ketagihannya pas kuliah, diajak temanku. Aku diajarkan dari ponsel, bisa. Ada mobile banking tinggal transfer. Saudaraku juga ngajarin aku makanya lingkungan nentuin banget," kata Alvin dalam video Kecanduan judi Alvin Jo, Bertobat di Kamar Mandi di akun YouTube Gritte Agatha, seperti disimak pada Kamis (7/9/2023).

Tak seperti orang lain yang awalnya menang, Alvin harus menerima kekalahan saat mulai judi. Kala itu, dia sangat sakit hati karena uang Rp 200 ribu lenyap begitu saja. Bagi mahasiswa, uang dengan nominal itu bisa untuk makan beberapa kali. Namun, Alvin tak menyerah. Dia merasa bisa menang dalam memainkan gim ini. 

Baca Juga

"Aku merasa gim ini aku bisa menang, aku merasa sok pinter saja, habis itu menang Rp 400 ribu. Berarti untung Rp 200 ribu. Terus kalah sejuta, menang Rp 3 juta. Makin merasa sombong. Selalu balik, sampai akhirnya enggak balik sama sekali," ujarnya.

Saking asyiknya main judi online, Alvin tak menyadari perlahan-lahan uang yang dimilikinya mulai habis. Hingga akhirnya dia harus utang ke teman-teman terdekat. Sempat juga dia dikejar-kejar oleh bandar.

Bahkan, utangnya bisa mencapai Rp 100 juta lebih. Alvin mengaku susah berhenti karena sudah di dalam lingkaran setan. Kecanduan Alvin pada judi tentu berdampak pada kehidupan nyatanya. 

"Hidup aku hancur gara-gara judi. Kuliah mulai hancur, dulu punya pacar berantakan gara-gara judi. Keluarga hancur. Merasa enggak beres jadi orang. Sampai aku di tahap waktu aku merasa kalah sudah tidak ada rasanya, sama halnya dengan menang," ucap dia.

Ada satu titik di hidupnya di mana dia merasa harus berhenti berjudi dan bertaubat. Dia merasa tidak seperti anak lain yang hidupnya normal. "Karena tidak ada tempat buat sendirian, jadi aku cari tempat sendirian di kamar mandi. Aku merasakan capek hidupku disitu. Akhirnya taubat. Aku merenung, minta ampun," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement