Selasa 05 Sep 2023 12:43 WIB

Hidup Hemat Tanpa Ngenes di Luar Negeri, Begini Tipsnya

Mengatur antara pendapatan dan pengeluaran merupakan salah satu kuncinya.

Rep: Friska Yolandha/ Red: Gita Amanda
Ledy Iksarina berbagi tips agar tidak boncos selama bekerja atau kuliah di luar negeri.
Foto: Sadly Rachman /Republika
Ledy Iksarina berbagi tips agar tidak boncos selama bekerja atau kuliah di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Salah satu hal yang membuat seseorang maju-mundur untuk bekerja atau kuliah di luar negeri, terutama di Eropa, adalah biaya hidup yang tinggi. Padahal, dengan perencanaan keuangan yang matang, seseorang bisa hidup hemat tanpa mengurangi jatah untuk konsumtif.

Berdasarkan pengalaman pribadi, diaspora Indonesia di Belanda, Ledy Iksarina berbagi tips agar tidak boncos selama bekerja atau kuliah di luar negeri. Salah satunya adalah mengatur antara pendapatan dan pengeluaran.

Baca Juga

"Pertama, kita harus tahu pemasukan dan pengeluaran selama sebulan," ucap Ledy saat ditemui Republika di Amsterdam, Ahad (3/9/2023) lalu.

Dengan mengetahui pengeluaran dan pemasukan, seseorang dapat memetakan neraca keuangannya selama sebulan. Menurutnya, memetakan pemasukan dan pendapatan sangat penting bagi seseorang. Jangan sampai uang habis terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu.

 

Kemudian, Ledy mengatakan, memasak adalah salah satu caranya berhemat di negeri orang. Apalagi, tidak sulit bagi diaspora di Belanda mendapatkan bahan-bahan dan rempah-rempah khas Indonesia. Sudah banyak toko yang menjual rempah-rempah asal Indonesia dengan harga yang cukup terjangkau.

"Masak itu basic skill, kita bisa hemat daripada beli makanan di restoran. Tapi untuk sesekali ketika hangout, tidak masalah makan di restoran," ujar perempuan berdarah Aceh tersebut.

Tidak lupa, Ledy mengingatkan untuk tetap menabung. Sejauh ini, Ledy memilih PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank yang digunakannya untuk keperluan transaksi selama di Belanda. Menurutnya, penggunaan mobile banking memudahkannya melakukan transaksi kapanpun di manapun. 

"Saya mengusahakan 30 persen pendapatan ditabung atau diinvestasikan," kata lulusan Universitas Syiah Kuala, Aceh, tersebut. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement