Sabtu 19 Aug 2023 13:46 WIB

Ni Putu Ellida, Mimpi Mendunia ke Jepang Bawa Produk Herbal Bali

Kesempatan pertama ini sangat berharga bagi Ellida dan Padma Herbal.

Padma Herbal menjadi salah satu usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang terpilih untuk berpartisipasi dalam pameran Wellness Food Japan 2023 yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight, Jepang, 2–4 Agustus 2023.
Foto: dokpri
Padma Herbal menjadi salah satu usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang terpilih untuk berpartisipasi dalam pameran Wellness Food Japan 2023 yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight, Jepang, 2–4 Agustus 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ni Putu Ellida Raiani Pande merasa impiannya tercapai saat mengetahui Padma Herbal menjadi salah satu usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang terpilih untuk berpartisipasi dalam pameran Wellness Food Japan 2023 yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight, Jepang, 2–4 Agustus 2023.

Ellida adalah pemilik Padma Herbal, berbasis di Tabanan, Bali, yang memproduksi berbagai produk herbal, seperti minuman, permen, minyak, dan lain-lain. Tahun ini, ada produk-produk milik lima UMKM binaan yang diberangkatkan SETC ke Jepang melalui kerja sama dengan mitra tanggung jawab sosial perusahaan Business & Export Development Organization (BEDO). Mereka yang terpilih merupakan UMKM dengan produk unggulan yang telah memenuhi syarat ekspor, salah satunya Padma Herbal. 

"Ini kesempatan dan tawaran pertama untuk saya ikut pameran di luar negeri. Senang sekali rasanya. Pas tahu dapat kesempatan ini, seperti dream comes true, bisa bawa Padma Herbal ke internasional. Bagi saya, ini seperti mimpi yang jadi nyata. Mimpi yang akhirnya bisa terwujud tahun ini berkat Sampoerna dan BEDO," katanya

Kesempatan pertama ini sangat berharga bagi Ellida dan Padma Herbal. Apalagi, ajang yang diikuti, Wellness Food Japan, merupakan salah satu pameran dagang terbesar di Jepang. Ratusan perusahaan ikut serta dalam pameran ini. 

Ellida mengatakan, ia bertekad memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk membuka jaringan dan peluang memasarkan produk-produk herbal Padma Herbal di Jepang. Beberapa produk unggulan dibawa, di antaranya artisan tea herbal, permen jahe merah, permen rosella, dan racikan minuman instan lainnya. "Yang kami bawa adalah produk-produk yang memang berpotensi diminati di Jepang. Di Jepang kami lihat, mereka cukup tinggi minatnya pada permen dan teh herbal yang rasanya lebih light," kata Ellida.

Ia berharap, dari pameran ini, akan terbuka kesempatan mendapatkan pembeli potensial untuk memasarkan produk Padma Herbal di Jepang. 

SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) di bawah Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI).

Kilas balik perjalanan, perkembangan yang dialami Padma Herbal merupakan buah ketekunan dan kegigihan Ellida dan suaminya, Bagus Arya Kusuma. Ellida memang memiliki ketertarikan mengolah produk-produk herbal. Sejak 2005, bersama sang suami, ia belajar produk herbal dengan mengikuti berbagai pelatihan. Pada tahun 2012, Padma Herbal mendapatkan izin legal dan mulai membangun tempat produksi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement