Kamis 17 Aug 2023 17:45 WIB

Nia Dinata Flashback Perjuangan Kakek Buyutnya: Dijemput, Hingga Kini tak Kembali

Nia Dinata merupakan cicit dari pahlawan R Oto Iskandardinata.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Qommarria Rostanti
Sutradara Nia Dinata. Pada HUT ke-78 Republik Indonesia, Nia kembali mengenang perjuangan kakek buyutnya R Oto Iskandardinata. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Sutradara Nia Dinata. Pada HUT ke-78 Republik Indonesia, Nia kembali mengenang perjuangan kakek buyutnya R Oto Iskandardinata. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, 

JAKARTA -- Sutradara Indonesia Nia Dinata mengajak publik untuk mengingat sejarah Indonesia pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Dia mengunggah sebuah video berisi foto-foto tentang kisah memilukan dari pahlawan Tanah Air yang tak lain adalah kakek buyutnya, Oto Iskandardinata.



"Hari Merdeka Indonesia, mengingat sejarah, sehingga kita tidak amnesia historis. Cerita dari nenek buyutku, yang masih terpatri semoga selamanya, membekali kekuatan batin dan lahir ku, kuat lah kita semua," kata Nia Dinata melalui akun Instagram @ibunia dikutip Republika.co.id di Jakarta pada Kamis (17/8/2023).



Baca Juga

Video reels berdurasi sekitar 30 detik itu berisi foto-foto beserta narasi yang dituliskannya. Foto pertama adalah kenangan foto Oto Iskandardinata pada sekitar tahun 1930-an bersama istri Oto serta anak-anaknya. Foto hitam putih itu dikatakan diambil di lokasi rumah Oto di Lembong Bandung.



"RA Soekirah nenek buyut yang tangguh, R Oto Iskandardinata ayah yang disiplin. Anak tertua: Kakekku, Sentot Iskandar Dinata," kata narasi pada video yang berlatar lagu "Ibu Pertiwi versi Piano Violin" oleh Aditya Cipta Gumilar. 



Dalam narasi video tersebut Nia bercerita bahwa pada akhir Oktober 1945, beberapa orang dari ibu kota menjemput kakek buyutnya yang kerap disapa Aki Oto, yang baru selesai makan malam dengan keluarga di rumah. Dari rumah jalan Lembong Bandung, Oto kemudian berangkat memenuhi perintah para penjemputnya. 

"Lalu Aki Oto tak pernah kembali," kata Nia.

Beberapa tahun lamanya, Presiden Soekarno memberikan tanda jasa kepada RA Soekirah, istri, ibu, nenek yang tegar ikhlas menjandi sebagai ibu tunggal. 

Oto yang tak pernah kembali resmi bergelar pahlawan nasional pada 1973.

Hanya pasir sebagai simbol yang dimakamkan di Monumen Pasir Pahlawan Lembang, Bandung. 

Otto Iskandardinata adalah Pahlawan Nasional berjuluk Si Jalak Harupat yang aktif di beberapa organisasi termasuk Budi Utomo, Dewan Rakyat atau Volksraad, juga Paguyuban Pasundan.

Buyut Nia Dinata itu pun pernah memimpin surat kabar Tjahaja.

 Oto lahir di Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Maret 1897. Dia dikenal sebagai pemuda yang mahir menari sunda dan menabuh gamelan.



Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement