Kamis 29 Jun 2023 14:28 WIB

Hii, Ini Akibatnya Jika Sarung Bantal tak Dicuci Selama Seminggu

Rata-rata orang mengganti atau membersihkan sarung bantal setiap 24 hari,

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Pastikan sarung bantal dicuci secara berkala. Jika tidak, sarung bantal Anda tidak hanya penuh dengan bakteri, tetapi juga bisa menjadi tempat tumbuh bakteri.
Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Pastikan sarung bantal dicuci secara berkala. Jika tidak, sarung bantal Anda tidak hanya penuh dengan bakteri, tetapi juga bisa menjadi tempat tumbuh bakteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Jika Anda tidak mencuci sarung bantal dalam seminggu, kemungkinan besar Anda akan tidur dengan 17 ribu koloni bakteri. Jumlah itu lebih banyak daripada yang ditemukan di dudukan toilet.

Tes usap mengejutkan dari sarung bantal mengungkapkan bahan seperti kapas dan sutra itu bisa penuh jamur dan kuman karena sel kulit mati, keringat, kotoran, dan air liur Anda. Eksperimen mengumpulkan sampel sarung bantal yang tidak dicuci dan membiarkannya diinkubasi hingga tujuh hari. Eksperimen mengungkap keberadaan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit dan peradangan.

Baca Juga

Studi telah menunjukkan bahwa rata-rata orang mengganti atau membersihkan sarung bantal setiap 24 hari, padahal dokter kulit merekomendasikan setidaknya dua kali seminggu. Seorang dokter kulit dan instruktur klinis dermatologi di Weill Medical College of Cornell University, Hadley King menjelaskan Anda mengotori seprei dengan sel kulit mati (sekitar 50 juta per hari), keringat, kosmetik, lotion, rambut, dan apa pun. Belum lagi, ada serbuk sari dan bulu hewan peliharaan dan jamur, partikel kotoran hingga bakteri, serta partikel virus.

“Sel kulit mati dan keringat menyediakan makanan bagi tungau debu, menariknya ke tempat tidur Anda dan membantunya berkembang biak,” kata dr King dilansir Daily Mail, Kamis (29/6/2023).

Jika Anda tidur di atas sarung bantal yang sama selama satu minggu, maka dapat menyebabkan alergi, infeksi kulit, atau radang kulit. Salah satu jenis bakteri yang dapat tumbuh pada sarung bantal adalah Staphylococcus aureus, yang menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak, seperti bisul dan selulitis (suatu kondisi lapisan kulit yang lebih dalam dan jaringan di bawahnya).

Pada bulan ini, AmeriSleep merilis penelitian yang menunjukkan tiga juta koloni bakteri hidup di sarung bantal yang tidak dicuci dalam satu minggu. Perusahaan kasur menyeka sarung bantal dari tiga sukarelawan yang belum dicuci pada awal setiap minggu, selama empat minggu berturut-turut untuk mengungkap hasilnya. “Setelah satu minggu, sarung bantal mengandung antara tiga juta hingga lima juta CFU (unit pembentuk koloni) per inci persegi,” ujar AmeriSleep dalam unggahan di blog perusahaan.

Sarung bantal itu mengandung basil dan kokus gram positif. Bacilli dapat menyebabkan infeksi okular, endokarditis, bakteremia dan septikemia, pneumonia, meningitis, dan infeksi muskuloskeletal. Bakteri gram-positif dapat menyebabkan sindrom syok toksik dan infeksi lain yang dapat melawan antibiotik.

Sarung bantal Anda tidak hanya penuh dengan bakteri, tetapi juga bisa menjadi tempat tumbuh bakteri. Makhluk ini lebih suka sarung bantal daripada bantal. Orang yang mengeluh tentang kutu busuk mengatakan mereka bangun dengan bekas gigitan di wajah, leher, dan area bahu, yang menjadi sangat gatal dan iritasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement