Selasa 27 Jun 2023 09:52 WIB

Makan Buah Tinggi Potasium Bagus untuk Pangkas Risiko Strok

Pisang termasuk buah yang kaya akan potasium.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Pisang (ilustrasi). Pisang merupakan buah sumber potasium.
Foto: www.freepik.com
Pisang (ilustrasi). Pisang merupakan buah sumber potasium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Strok adalah keadaan darurat medis serius dan mengancam jiwa. Strok terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terputus, biasanya karena gumpalan atau pecahnya pembuluh darah.

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko strok, termasuk apa yang Anda makan. Secara khusus, makanan tinggi garam harus dihindari karena natrium meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga

Natrium membuat tubuh menahan air, sehingga memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah. Apoteker di Chemist Click Online Pharmacy di Inggris, Abbas Kanani, menyarankan untuk meningkatkan asupan potasium untuk mengurangi efek garam.

"Terlalu banyak natrium (garam) dalam makanan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan strok," kata Kanani, dikutip dari Express, Selasa (27/6/2023).

Kanani menjelaskan potasium umumnya dinyatakan sebagai makanan yang baik untuk menurunkan tekanan darah. Potasium tidak secara langsung menurunkan natrium, tapi mengonsumsi makanan dengan kalium dalam jumlah yang cukup dapat membantu menangkal efek natrium.

"Beberapa penelitian juga menemukan bahwa pola makan yang terlalu sedikit potasium dapat meningkatkan risiko strok," ujar Kanani.

Semakin banyak potasium yang Anda makan, maka semakin banyak sodium yang Anda proses keluar dari tubuh. Anda dapat memiliki kendali atas tekanan darah masing-masing.

Kanani merekomendasikan makan pisang dan makanan lain yang tinggi potasium. Pisang dikenal dengan kandungan potasium yang tinggi.

Namun, makanan kentang panggang, labu madu, susu, dan dada ayam juga merupakan sumber potasium yang baik. Selain itu, buah prune tidak hanya merupakan sumber potasium yang baik, tetapi juga mendukung kesehatan jantung dengan dua cara, yaitu melindungi arteri dan mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif, bahkan dalam pola makan yang dianggap tidak sehat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement