Rabu 04 Feb 2026 11:43 WIB

Prilly Latuconsina Minta Maaf atas Kontroversi ‘Open to Work’ di LinkedIn

Prilly juga menjelaskan penyebab akun LinkedIn miliknya yang kini hilang.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Artis Prilly Latuconsina. memberikan klarifikasi dan minta maaf setelah unggahannya terkait badge OpenToWork di Linkedin menuai kritik warganet.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Artis Prilly Latuconsina. memberikan klarifikasi dan minta maaf setelah unggahannya terkait badge OpenToWork di Linkedin menuai kritik warganet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Prilly Latuconsina memberikan klarifikasi dan minta maaf setelah unggahannya terkait badge #OpenToWork di Linkedin menuai kritik warganet. Kontroversi bermula ketika Prilly membuka badge #OpenToWork di Linkedin dan mendapat lebih dari 30 ribu permintaan koneksi.

Diduga badge itu termasuk bagian dari "gimmick" marketing pasta gigi yang menggandeng Prilly sebagai brand ambassador. Hal ini pun membuat Prilly jadi bulan-bulanan warganet karena dianggap tone deaf dan tak punya empati atas kondisi sulitnya mencari pekerjaan.

Baca Juga

Menanggapi polemik tersebut, Prilly menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui unggahan video di Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, ia mengaku memahami berbagai reaksi dan emosi yang muncul akibat unggahannya. Karenanya, Prilly meminta maaf dengan tulus atas polemik yang terjadi.

"Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman. Untuk itu, aku ingin menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi. Pertama-tama, aku minta maaf dengan tulus," kata Prilly dalam unggahan tersebut, dikutip pada Rabu (4/2/2026).

la mengeklaim sejak awal tidak memiliki niat untuk bersikap tidak sensitif ataupun tidak berempati terhadap kondisi sosial yang dihadapi banyak orang saat ini. Prilly juga menyadari bahwa posisi dan pengalaman hidupnya berbeda dengan sebagian besar masyarakat, sehingga tindakannya dapat dirasakan menyakitkan oleh pihak tertentu.

"Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini. Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," kata Prilly.

Terkait penggunaan badge #OpenToWork, Prilly mengeklaim hal tersebut awalnya ia gunakan sebagai upaya membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, khususnya di bidang yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. la menekankan langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun.

"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," kata dia.

Prilly juga menjelaskan soal akun Linkedln miliknya yang sempat menghilang. Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan berada di luar kendalinya. Hingga kini, akun tersebut masih dalam proses pemulihan.

"Soal akun Linkedln yang sempat hilang, aku juga ingin menyampaikan dan menjelaskan secara terbuka bahwa hal tersebut di luar kendali ku, karena saat itu akun Linkedln ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka, dan sekarang dalam proses pemulihan," kata dia.

Di akhir pernyataannya, Prilly menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan kerja sama dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. "Dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamaku. Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya," ujar Prilly.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement