Kamis 22 Jun 2023 10:52 WIB

Gara-Gara Pakai AI, Secret Invasion Marvel Dikecam

Kreasi-kreasi hasil teknologi AI dinilai hampa dan menyakitkan karena hanya meniru.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Adegan pembukaan serial terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU) Secret Invasion dikritik buruk karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Foto: Dok Marvel
Adegan pembukaan serial terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU) Secret Invasion dikritik buruk karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Adegan pembukaan serial terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU), “Secret Invasion” dikritik buruk. Yang paling mengecewakan, episode pertama serial ini seperti melakukan percobaan eksplorasi yang hasilnya memperlihatkan realitas suram dengan menggunakan seni yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kreasi AI telah beredar di internet selama beberapa bulan terakhir, serta telah dianggap melelahkan dan menyusahkan. Ada begitu banyak tiruan ‘hampa’ yang dibuat dari orang-orang seperti Wes Anderson, itu terasa menyebalkan setiap kali menjadi viral.

Baca Juga

Kreasi-kreasi AI ini selalu hampa dan menyakitkan, karena hanya tiruan yang menyalin sesuatu yang sudah ada tanpa benar-benar menciptakan sesuatu yang unik. Dan itu digunakan dalam serial terbaru dari salah satu waralaba terbesar di dunia.

Masalahnya adalah ada begitu banyak hal di balik alasan serial ini sangat mengecewakan, baik sebagai masalah tenaga kerja maupun artistik, sehingga sulit untuk peduli dengan alur ceritanya. “Secret Invasion” dimulai dengan pengantar yang buruk dan hampa, membuat penonton memberi komentar jelek.

Melansir dari Collider, Kamis (22/6/2023), tampilan AI “Secret Invasion” hanya menarik dari apa yang telah dibuat sebelumnya, dan membuat itu menjadi ciptaan yang tanpa rasa. Pada awalnya, mungkin sulit bagi beberapa orang untuk menyadarinya, karena memang mirip dengan animasi yang telah diperlihatkan sebelumnya.

Dari saat pertama Nick Fury (peran ikonik Samuel L Jackson) muncul di layar, sudah memperlihatkan kualitas yang asal dan berantakan. Karakter yang digambarkan dalam AI itu dianggap berubah bentuk dan bergeser.

Bukan hanya karakter yang ditampilkan tidak berbentuk, melainkan penonton bisa melihat jelas seberapa artifisialnya itu. Seolah-olah itu tampak seperti belum sepenuhnya di-render dan sengaja dibiarkan tidak lengkap. Ada juga yang menganggap tim efek visual melakukannya terburu-buru.

Mereka yang pro dengan AI akan menyatakan bahwa itu hanyalah alat yang digunakan oleh seniman. Namun bagi yang kontra, adegan pembukaan ini membuat alat tersebut terlihat seperti alat yang sia-sia. Penggambaran wajah Jackson yang digabungkan dengan Skrull, juga dianggap terlihat norak dengan cara yang salah.

Ada beberapa orang yang berteriak-teriak tentang bagaimana AI akan mewakili masa depan kreativitas. Tapi, masih banyak pula orang yang ingin membuat atau melihat karya seni orisinil, dan melestarikan seni yang diciptakan dengan sangat hati-hati dan penuh rasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement