Jumat 19 May 2023 00:25 WIB

Layanan Bisnis Wisata Destination Wedding Dinilai Menjanjikan

Destinasi tersebut umumnya adalah destinasi impian kedua mempelai.

Bunga sakura mekar di sekitar bangunan ikonik di Osaka, Jepang (ilustrasi). Destination wedding, konsep penyelenggaraan pernikahan di sebuah destinasi yang bukan menjadi domisili kedua mempelai pengantin, dinilai merupakan layanan wisata yang menjanjikan secara ekonomi.
Foto: Max Pixels
Bunga sakura mekar di sekitar bangunan ikonik di Osaka, Jepang (ilustrasi). Destination wedding, konsep penyelenggaraan pernikahan di sebuah destinasi yang bukan menjadi domisili kedua mempelai pengantin, dinilai merupakan layanan wisata yang menjanjikan secara ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Destination wedding, konsep penyelenggaraan pernikahan di sebuah destinasi yang bukan menjadi domisili kedua mempelai pengantin, dinilai merupakan layanan wisata yang menjanjikan secara ekonomi.

Menurut Head of Weddings and Social Events Owen Lesmana, destinasi tersebut umumnya adalah destinasi impian kedua mempelai, bisa berupa destinasi dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga

Hasil laporan Statistik Indonesia mencatat ada sekitar 1,7 juta pernikahan berlangsung sepanjang 2022, angka tersebut menyumbang pengaruh terhadap tren bisnis wisata destination wedding.

Terkait hal itu, perusahaan agen perjalanan dan wisata yang dipimpinnya meluncurkan layanan penyelenggaraan pernikahan destinasi impian "Golden Rama Weddings" pada kuartal dua 2023. "Peluncuran unit bisnis ini diharapkan mampu memberikan kontribusi peningkatan penjualan di tahun mendatang," ujar Owen dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/5/2023).

Owen menyatakan, untuk dampak penjualan ini memang tidak langsung terlihat di tahun yang sama. Sebab perencanaan pernikahan umumnya membutuhkan waktu lebih dari enam bulan.

"Maka dari itu fokus kami di tahun pertama ini adalah mempersiapkan infrastruktur dari sisi pemilihan destinasi, akomodasi, hingga kebutuhan pernikahan lainnya demi memastikan calon mempelai mendapatkan pernikahan impian mereka," kata dia.

Dalam memenuhi permintaan yang semakin meningkat pada tahap awal ini terdapat lima negara yang menjadi prioritas pertama untuk dipasarkan. Hal tersebut berdasarkan tren destinasi yang banyak diminati oleh konsumen Indonesia untuk menyelenggarakan pernikahan. Kelimanya adalah destinasi luar negeri yaitu Prancis, Yunani, Australia, Selandia Baru, dan Jepang.

Destinasi yang dihadirkan begitu beragam, mulai dari kastil megah di Prancis, resor eksotis di pinggir laut dengan latar mantahari terbenam terbaik di Santorini, taman tradisional asri dengan nuansa tradisional Jepang, hingga villa kecil di pinggir danau dengan pemandangan indah perbukitan Selandia Baru.

Adapun paket destination wedding yang ditawarkan mulai dari Rp 608 juta untuk perayaan pernikahan di Jepang dengan jumlah tamu 20 orang. Harga tersebut sudah termasuk hotel bintang 5, transportasi darat, welcome dinner, penyewaan tempat dan resepsi.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement