Rabu 10 May 2023 10:22 WIB

Berbisnis Sajadah Premium Berawal dari Panggilan Allah

Alasan merilis produk sajadah sebenarnya panggilan Allah pada diri si pemilk usaha.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Produk sajadah premium dari Universa Sajadah
Foto: Universa Sajadah
Produk sajadah premium dari Universa Sajadah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemilik usaha Universa Sajadah, Renato Akbar, mengungkapkan, ceritanya saat mulai merintis bisnis sajadah secara daring. Sebelum mulai berbisnis, Akbar hanya pekerja kantoran.

Kala itu, pendapatannya pas-pasan sehingga dia harus memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan. Di saat yang bersamaan, dia juga memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencari peluang usaha yang potensial.

Baca Juga

“Saya lihat Muslim market begitu besar saat itu, awal tahun 2014. Sangat berkembang cepat. Di situlah saya berusaha mencari peluang, produk apa yang belum pernah ada dan bagaimana mengemasnya menjadi unik dan mempunyai daya lebih di masyarakat,” kata Akbar dalam konferensi pers Tokopedia: Tren Belanja Online Selama Ramadhan-Lebaran 2023 di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).

Akhirnya, Akbar memutuskan untuk merintis usaha produk sajadah. Sebelum merilis produk, dia melakukan riset terlebih dulu selama tiga bulan untuk mematangkan bahan baku, konsep, desain dan filosofi.

 

Setiap produk mempunyai makna. Misal, salah satu sajadah yang berwarna hitam terinspirasi dari Kabah. Ada juga yang berwarna marun, terinspirasi dari Laut Merah, tempat Nabi Musa menunjukkan mukjizatnya.

“Alasan merilis produk sajadah sebenarnya panggilan Tuhan pada diri saya dan ini salah satu bentuk pengabdian saya kepada Tuhan dan Rasulnya. Jadi, ini lebih dari sekadar bisnis,” ujar dia.

Untuk materialnya, Akbar menggunakan bahan bulu pendek yang halus, tidak mudah rontok, awet dan tidak membuat seseorang alergi. Sementara untuk bagian belakang, dia menggunakan kulit sintetis premium supaya tidak licin dan tahan air.

Perawatan produk sajadahnya sangat sederhana. Hanya dry clean atau mencuci manual biasa. Dia tidak menyarankan sajadah disetrika karena akan berpengaruh pada kualitas bahan.

Momen Ramadhan hingga Lebaran menjadi momen yang tidak bisa Akbar lewatkan. Tahun ini, Akbar bisa meraup omzet Rp 500 juta. Padahal biasanya setiap bulan hanya Rp 100 juta.

Selama periode ini, Universa Sajadah menghadirkan beberapa paket bundling dan hampers, seperti sajadah sarung dan sajadah Alquran. Untuk ke depannya, Akbar berharap bisa memiliki toko offline dan memperluas produknya lagi.

“Sebenarnya kami lagi mematangkan produk dari mukena, Alquran, dan tasbih. Setelah semua matang, Insya Allah kami akan mengembangkan ke lebih banyak varian produk lain yang masih dalam industri Muslim market,” kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement