Senin 24 Apr 2023 20:16 WIB

Leher Tegang dan Pusing Seusai Santap Hidangan Berlemak? Ini Sebabnya

Hidangan berlemak jenuh bisa memicu leher tegang dan pusing

Ilustrasi makanan. Hidangan berlemak jenuh bisa memicu leher tegang dan pusing
Foto: www.freepik.com
Ilustrasi makanan. Hidangan berlemak jenuh bisa memicu leher tegang dan pusing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr (Cand) dr Inggrid Tania, MSi mengatakan leher tegang, pusing bisa muncul usai seseorang memakan hidangan tinggi lemak khususnya lemak jenuh.

"Makanan tinggi karbohidrat seperti kue-kue kering, ketupat (makanan khas Lebaran). Kemudian yang tinggi lemak misalnya segala macam daging, ditambah santan, itu semua memang berlemak tinggi," kata dia melalui wawancara tertulis kepada ANTARA, Senin (24/4/2023).

Baca Juga

Selain leher tegang dan pusing, keluhan seperti begah, mual, konstipasi dan diare juga dapat dialami segera bahkan dalam hitungan menit usai seseorang menyantap hidangan tinggi lemak.

Gejala seperti tegang pada leher dan pusing menandakan aliran darah melambat dan kondisi ini sudah bisa seseorang rasakan ketika satu kali mengonsumsi makanan tinggi lemak.

 

"Kalau aliran darah melambat, termasuk aliran darah ke otak itu juga menjadi lambat, akhirnya menimbulkan keluhan pusing, kemudian biasanya pembuluh darah itu juga akan menjadi kaku, akhirnya menimbulkan tegang pada leher," jelas Inggrid.

Pada mereka yang mudah mengalami konstipasi atau sembelit, maka akan semakin berat konstipasinya dan begitu juga orang-orang yang mudah terkena diare, lebih mudah diare setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Inggrid menambahkan, gejala-gejala ini belum langsung berhubungan dengan kolesterol lantaran proses lemak dimetabolisme tubuh hingga akhirnya menjadi kolesterol membutuhkan waktu.

"Makanan begitu masuk ke dalam tubuh lalu dicerna itu masih sebagai lemak yang nanti menjadi asam-asam lemak, kemudian ada proses lagi metabolisme di dalam tubuh, nanti membentuk kolesterol, misalnya LDL, HDL, kilomikron juga termasuk di dalamnya," demikian jelas dia.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, kolesterol merupakan salah satu komponen dalam lemak yang diperlukan sebagai sumber kalori, membentuk dinding sel-sel tubuh, sebagai bahan dasar pembentukan hormon, vitamin D, getah empedu dan sebagainya.

Baca juga: 6 Fakta Seputar Saddam Hussein yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Anti Israel  

Terdapat beberapa jenis kolesterol dalam bentuk lipid dan protein antara lain yaitu LDL (Low Density Lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat karena merupakan penyebab utama munculnya plak dalam pembuluh darah, HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol baik yakni mengangkut kelebihan kolesterol dari jaringan dan membawanya kembali ke hati untuk diproses kembali atau dibuang dari tubuh, VLDL (Very Low Density Lipoprotein) digunakan untuk energi dan pemindahan lemak.

Kemudian ada juga Trigliserida merupakan sejenis lemak yang dibutuhkan untuk pencernaan dan Lipoprotein atau merupakan jenis kolesterol erat kaitannya dengan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Dalam sebuah literatur disebutkan, konsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak dalam jumlah tinggi meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, atau kadar kolesterol HDL terlalu rendah, maka timbunan lemak menumpuk di pembuluh darah.

Endapan ini akan mempersulit aliran darah melalui arteri sehingga dapat menyebabkan masalah di seluruh tubuh terutama di jantung dan otak yang bisa berakibat fatal.   

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement