Senin 03 Apr 2023 00:30 WIB

Madu Bisa Bantu Selamatkan Anak yang Kedapatan Menelan Baterai Kancing

Seperti apa gejala yang ditunjukkan anak yang tertelan baterai kancing?

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Baterai koin atau baterai kancing. Di Inggris mencatat bahwa satu anak setiap bulannya dirawat akibat luka bakar korosif yang disebabkan oleh baterai kancing.
Foto: Wikimedia Commons
Baterai koin atau baterai kancing. Di Inggris mencatat bahwa satu anak setiap bulannya dirawat akibat luka bakar korosif yang disebabkan oleh baterai kancing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baterai kancing telah lama disorot karena membahayakan bagi anak-anak. Setidaknya, dua anak di Inggris meninggal dunia setiap tahun akibat menelan baterai kancing, menurut catatan Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

Selain itu, saat ini para petugas medis di RS Anak Great Ormond Street di Inggris mencatat bahwa satu anak setiap bulannya dirawat akibat luka bakar korosif yang disebabkan oleh baterai kancing. Sebagian besar baterai kancing melewati tubuh tanpa masalah.

Baca Juga

Tetapi, jika baterai sel koin yang digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat di rumah itu tersangkut di esofagus, energi dari baterai bisa bereaksi dengan air liur untuk menghasilkan NaOH atau caustic soda. Senyawa ini dapat membakar esofagus hingga ke arteri utama dan menyebabkan pendarahan internal yang parah serta kematian.

Reaksi kimia yang berbahaya ini dapat terjadi hanya dalam waktu dua jam. Petugas pertolongan pertama atau First Aider dari Tiny Hearts Education mengungkap tips terbaik yang bisa membantu memperlambat luka bakar kimiawi dan mengurangi potensi kerusakan.

 

"Penelitian menunjukkan bahwa madu dapat membuat perbedaan yang signifikan pada kerusakan yang terjadi, madu dapat mengulur waktu sampai anak dibawa ke ruang operasi dan meminimalkan bahaya jangka panjang," jelas para petugas pertolongan pertama dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

Jika Anda mencurigai anak Anda telah menelan baterai, para ahli menyarankan untuk memberikan 10 ml madu setiap sepuluh menit. Namun, NHS memperingatkan bahwa madu terkadang mengandung bakteri yang bisa menghasilkan racun dalam usus bayi, yang menyebabkan botulisme bayi, yang merupakan penyakit yang sangat serius.

"Jangan berikan madu pada anak sampai mereka berusia di atas satu tahun," kata petugas pertolongan pertama, seperti dilansir The Sun, Ahad (2/4/2023).

Menggunakan madu sebagai pertolongan pertama sudah direkomendasikan dalam pedoman pengobatan di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Dalam video tersebut, tim mendemonstrasikan betapa efektifnya madu dalam mencegah kerusakan jangka panjang.

Mereka melakukan ini dengan menempatkan dua baterai pada dua potongan daging ham yang terpisah, yang dimaksudkan untuk mewakili daging manusia. Mereka melumuri satu potongan daging ham dan baterai dengan madu setiap sepuluh menit, serta tidak melakukan apa pun pada baterai kedua.

Setelah beberapa waktu, potongan daging ham yang tidak disiram dengan madu akan meninggalkan luka bakar di bawah baterai. Sementara potongan ham yang dilumuri madu terlihat tidak terlalu rusak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement