Jumat 24 Mar 2023 08:18 WIB

Cara Bayi Mengisap Dot Ternyata Bisa Prediksi Risiko Obesitas

Hubungan bayi mengisap dot dan obesitas diungkap peneliti University of Michigan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Bayi sedang menimbang berat badan.
Foto: www.freepik.com
Bayi sedang menimbang berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiap bayi bisa memiliki cara mengisap botol dot yang berbeda-beda. Perbedaan cara mengisap botol dot ini ternyata dapat memprediksi risiko sang bayi terhadap obesitas di masa mendatang.

Hubungan antara cara bayi mengisap botol dot dengan risiko obesitas ini diungkapkan oleh sekelompok tim peneliti dari University of Michigan. Menurut studi ini, bayi yang menghisap botol dot dengan penuh semangat memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kenaikan berat badan.

Baca Juga

"Karakteristik bayi dalam mengisap dot dapat membantu memprediksi bayi mana yang berisiko lebih besar terhadap obesitas," jelas dokter anak sekaligus peneliti dari University of Michigan, Dr Julie Lumeng, seperti dilansir Express, Jumat (24/3/2023).

Studi ini dilakukan oleh Dr Lumeng dan koleganya dengan melibatkan 114 pasang ibu dan bayi mereka yang berusia empat bulan. Selama studi berlangsung, pasangan ibu dan bayi ini diminta untuk menggunakan sebuah botol dot pintar. Botol dot pintar ini mampu memberikan gambaran mengenai cara bayi menghisap dot dengan beragam parameter, seperti frekuensi menghisap dan kelembutan menghisap.

Berat badan bayi juga ditimbang di masa awal studi. Penimbangan berat badan bayi kembali dilakukan setelah para bayi memasuki usia 12 bulan. Selama itu pula, para ibu diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan menyusu bayi mereka.

Dari beragam data ini, tim peneliti dapat membagi para bayi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan cara mereka menghisap dot. Ketiga kelompok tersebut adalah vigorous atau penuh semangat, capable atau cakap, serta leisurely atau dengan santai.

Tim peneliti lalu menemukan bahwa kenaikan berat badan yang lebih besar dan signifikan terjadi pada bayi dalam kelompok vigorous. Perbedaan kenaikan berat badan ini terlihat jelas bila dibandingkan dengan bayi dalam kelompok leisurely.

"Karena itu, profil menghisap (dot bayi) layak untuk terus diinvestigasi," lanjut tim peneliti.

Bila risiko obesitas bisa dikenali lewat cara bayi menghisap dot, maka bayi tersebut berpeluang untuk mendapatkan intervensi lebih dini agar tak menjadi obesitas di kemudian hari. Hal ini akan sangat membantu bayi untuk memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat.

Ketua tim peneliti dari Children's Mercu di Kansas City, Prof Keith Feldman, menilai temuan ini mengindikasikan bahwa cara bayi menghisap dot dapat menjadi prediktor yang potensial untuk kondisi kesehatan mereka di kemudian hari. Temuan studi terbaru ini telah dipublikasikan dalam jurnal Appetite.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement