Senin 13 Mar 2023 19:01 WIB

6 Aktivitas Ini Berbahaya, Dokter Larang Anaknya Melakukannya

Sejumlah aktivitas sehari-hari ada yang dapat membahayakan kesehatan-nyawa anak.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Sejumlah anak bermain wahana trampolin. Menurut dokter, trampolin tidak cocok untuk anak di bawah enam tahun. Semua anak harus diawasi saat berada di trampolin.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Sejumlah anak bermain wahana trampolin. Menurut dokter, trampolin tidak cocok untuk anak di bawah enam tahun. Semua anak harus diawasi saat berada di trampolin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak maupun remaja memiliki hasrat tinggi untuk mengeksplorasi sekitarnya. Hanya saja, dalam proses eksplorasi itu, mereka sangat rentan mengalami cedera.

Cedera yang tidak disengaja adalah penyebab utama kematian anak-anak dan remaja, menurut Royal College of Paediatrics and Child Health (RCOCG) di Inggris. Ini tidak berarti anak-anak harus dilarang bermain, namun ada banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk menghindari cedera yang bisa mengakibatkan kematian.

Baca Juga

Para dokter anak tidak mengizinkan enam aktivitas berikut kepada anak mereka, seperti dikutip dari The Sun, Senin (13/3/2023).

1. Duduk di jok depan sebelum anak berusia 13 tahun

 

Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian dan cedera serius di kalangan anak muda secara global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Anak-anak harus selalu duduk di jok belakang kendaraan dengan sabuk pengaman.

"Ini berarti menggunakan ukuran sesuai dari kursi mobil, sabuk pengaman untuk usia, tinggi, dan berat anak," kata Dr Brent Kaziny, direktur medis manajemen darurat di Rumah Sakit Anak Texas, kepada Today, dikutip Senin (13/3/2023).

Dr Katie Lockwood, dokter anak perawatan primer di Children's Hospital of Philadelphia di AS, tidak membiarkan anak-anaknya duduk di kursi depan sebelum usia 13 tahun. Ini karena sebagian besar airbag berpotensi berbahaya bagi anak-anak. Kantung udara dapat menyebabkan patah tulang rusuk, paru-paru tertusuk, dan cedera pada kepala, leher, dan tulang belakang anak.

2. Lompat di trampolin

Dr Ee Tay, spesialis kedokteran darurat anak di Hassenfeld Children's Hospital di New York University di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa trampolin dapat menyebabkan patah tulang. Ia menyebut, semakin banyak jumlah anak yang melompat, maka kian tinggi pula risiko mengalami cedera.

Royal Society for the Prevention of Accidents di Inggris mengatakan trampolin tidak cocok untuk anak di bawah enam tahun. Semua anak harus diawasi saat berada di trampolin.

3. Naik sepeda quad

Dr Brent mengatakan sering kali dia melihat anak-anak menggunakan sepeda yang ukurannya tidak sesuai dengan tubuh mereka. Di Inggris, anak-anak di bawah 13 tahun tidak diperbolehkan mengemudi atau menjadi penumpang quad bike saat berkendara di lahan pribadi.

Mereka yang berusia 13 tahun ke atas dapat mengendarai sepeda quad dengan ukuran dan tenaga yang sesuai. Tapi, itu hanya boleh setelah mereka mendapat pelatihan formal untuk mengendarai sepeda quad.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement