Rabu 08 Mar 2023 12:00 WIB

Ribuan Orang yang Pernah Kena Covid-19 Alami Refluks Lambung, Kram Perut, dan Sembelit

Gangguan refluks lambung mengusik penyintas Covid-19.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Penyintas Covid-19 berisiko mengalami masalah pencernaan, seperti refluks.lambung.
Foto: www.pixabay.com
Pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Penyintas Covid-19 berisiko mengalami masalah pencernaan, seperti refluks.lambung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang penyintas Covid-19 asal Inggris, Dave, berbagi pengalaman mengenai infeksi virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) yang menginfeksinya pada 2020. Ia mengatakan, Covid-19 bisa menyebabkan refluks lambung yang cukup kronis.

Dalam sebuah blog tentang long Covid, Dave mengungkapkan bahwa kini dia tidak bisa mengonsumsi pizza, bir, kopi, bahkan cokelat tanpa merasa mual setelahnya. Ini merupakan sesuatu yang tak pernah dirasakan sebelum infeksi.

Baca Juga

Pengalaman Dave sebetulnya tidaklah unik. Faktanya, dia adalah salah satu dari ribuan orang yang terjangkit Covid-19 pada 2020 yang mengalami masalah pencernaan seperti refluks asam, kram perut, sembelit, dan diare setelah mereka terinfeksi virus.

Berdasarkan studi, mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2 sekalipun dengan gejala ringan tampak secara signifikan lebih mungkin mengalami masalah perut dibandingkan dengan orang-orang yang tidak terkena Covid-19. Temuan itu telah dipublikasikan di Nature Communication.

 

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para peneliti membandingkan catatan medis lebih dari 154 ribu veteran AS yang terjangkit Covid-19 dengan sekitar 5,6 juta orang yang tidak terinfeksi virus. Mereka menemukan 9.605 orang yang kena Covid-19 kemudian mengalami masalah yang memengaruhi sistem pencernaan, pankreas, atau hati.

Risiko masalah pencernaan jangka panjang meningkat bagi mereka yang dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 yang lebih parah. Rata-rata, orang yang menderita penyakit pandemi itu 36 persen lebih mungkin mengalami masalah pencernaan jangka panjang dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi.

Masalah terkait perut yang paling umum adalah penyakit refluks gastroesofagus (GERD), sejenis refluks asam lambung. Gejala lain yang sering dilaporkan adalah sakit perut, sembelit, dan diare. Akan tetapi, para peneliti belum mengetahui penyebab pasti alasan perut juga terkena dampak Covid-19.

Sementara itu, Dave akhirnya menemui ahli gizi untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang bakteri di saluran pencernaannya, yang dikenal sebagai mikrobioma usus. Penelitian telah menemukan bahwa gangguan pada mikrobioma dapat menyebabkan gangguan pencernaan termasuk GERD dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement