Jumat 03 Mar 2023 10:17 WIB

Bayi di AS Meninggal Akibat Pompa ASI Terkontaminasi Bakteri

Pompa ASI yang dipakai sang ibu tercemar bakteri Cronobacter sakazakii.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Seorang ibu memperlihatkan pompa air susu ibu (ASI) alias breast pump yang digunakan untuk membantu menyiapkan persediaan ASI bagi bayinya. Breast pump harus dibersihkan dengan saksama demi kesehatan bayi.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Seorang ibu memperlihatkan pompa air susu ibu (ASI) alias breast pump yang digunakan untuk membantu menyiapkan persediaan ASI bagi bayinya. Breast pump harus dibersihkan dengan saksama demi kesehatan bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Kasus meninggalnya bayi akibat pemakaian breast pump (pompa ASI) yang terkontaminasi bakteri menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua. Pejabat kesehatan federal Amerika Serikat pun menyerukan agar setiap alat yang digunakan untuk memberi makan bayi disterilkan dengan saksama.

Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir prematur tersebut diketahui terinfeksi bakteri Cronobacter sakazakii. Itu adalah kuman yang sama dengan yang memicu penarikan susu formula bayi dari pasaran secara nasional pada tahun lalu, menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang dirilis Kamis (2/3/2023).

Baca Juga

Dikutip dari AP, Jumat (3/3/2023), penarikan stok telah menyebabkan kelangkaan susu formula di Amerika Serikat. Namun, infeksi bayi tersebut tidak disebabkan oleh susu formula yang terkontaminasi.

Anak yang sempat dirawat di rumah sakit itu mendapat makan berupa campuran air susu ibu (ASI) dan liquid human milk fortifier yang diberikan melalui selang. Pengurutan genetik mengaitkan infeksi dengan bakteri yang berasal dari pompa ASI yang digunakan di rumah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement