Senin 27 Feb 2023 16:39 WIB

Agar tak Jadi Bengis Saat Alami Ledakan Emosi, Kuasai Teknik Anger Management

Mengendalikan amarah berbeda dengan memendam amarah.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Seseorang dibekap emosi (ilustrasi). Orang tak mungkin menghindari orang ataupun lingkungan yang memicu kemarahan, namun dia dapat belajar mengendalikan reaksinya.
Foto: www.freepik.com
Seseorang dibekap emosi (ilustrasi). Orang tak mungkin menghindari orang ataupun lingkungan yang memicu kemarahan, namun dia dapat belajar mengendalikan reaksinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anger management atau pengendalian amarah merupakan salah satu cara efektif untuk mengendalikan ledakan emosi yang kerap terjadi. Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap D (17 tahun) oleh Mario Dandy Satriyo (20), tampaknya memperlihatkan kebengisan seseorang saat tak bisa mengontrol emosinya.

Psikolog klinis anak, remaja, dan keluarga, Katarina Ira Puspita, menjelaskan bahwa anger management penting dimiliki oleh setiap individu, tak terkecuali anak muda. Menurut dia, anger management bisa membantu seseorang mengidentifikasi hal-hal yang memicu kemarahan, hingga akhirnya dia bisa menangani amarahnya dengan cara yang kontruktif dan positif.

Baca Juga

"Tujuan anger management adalah untuk membantu seseorang mengurangi dorongan emosional dan fisik yang dapat ditimbulkan oleh kemarahan," kata Ira saat dihubungi Republika.co.id, Senin (27/2/2023).

Seseorang tidak mungkin bisa menghindari semua orang dan lingkungan yang memicu kemarahan. Tetapi dia dapat belajar mengendalikan reaksi dan merespons dengan cara yang sesuai dengan norma sosial.

 

Agar bisa mengendalikan amarah, seorang individu sepatutnya mulai dilatih mengelola amarah sedari dini. Menurut Ira, emosi marah muncul pada anak mulai dari usia empat bulan dan meningkat sepanjang waktu, sering kali mencapai puncaknya pada usia 18 hingga 24 bulan.

Marah sebetulnya merupakan emosi normal dan sehat. Semua orang pasti akan mengalaminya dalam satu titik di kehidupannya.

Ira menjelaskan, kemarahan berfungsi melindungi diri dari ancaman dan menetralisir ancaman. Emosi marah kadang-kadang diperlukan juga dalam hidup, misalnya ketika hak kita dilanggar atau mengalami ketidakadilan.

Agar emosi normal tersebut tidak menjadi bumerang, anak perlu dilatih mengelola amarahnya. Dalam hal ini, menurut Ira, orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu anak mengelola amarahnya.

"Anak belajar dengan mencontoh, jadi bagaimana cara orang tua mengelola amarah akan sangat memengaruhi bagaimana anak mengelola kemarahannya. Orang tua perlu membantu, mengarahkan, dan memberikan contoh pada anak bagaimana cara mengelola kemarahan," jelas dia.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement