Selasa 21 Feb 2023 04:10 WIB

Buktinya Makin Banyak, Covid-19 Berpotensi Timbulkan Masalah Jantung dan Neurologis

Tingkat peradangan yang tinggi pada penderita Covid-19 picu masalah jantung-saraf.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Perempuan memakai masker untuk pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Penderita Covid-19 berisiko mengalami penyakit jantung dan gangguan neurologis.
Foto: www.freepik.com.
Perempuan memakai masker untuk pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Penderita Covid-19 berisiko mengalami penyakit jantung dan gangguan neurologis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru mengungkapkan infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, dapat menyebabkan masalah jantung yang berpotensi mengancam jiwa. Kini, semakin jelas bahwa Covid-19 menimbulkan masalah bagi sistem neurologis dan fisik.

Studi terbaru menunjukan tentang mekanisme yang berperan dalam terciptanya kondisi tersebut. Tampaknya, peradangan memainkan peran besar.

Baca Juga

Tingkat peradangan jaringan jantung yang lebih tinggi pada penderita Covid-19 dapat membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi jantung yang serius. Menurut penelitian terbaru, mereka yang tertular virus corona memiliki risiko 55 persen lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular yang merugikan, seperti strok atau serangan jantung,  dikutip dari laman Express, Senin (20/2/2023).

Temuan menunjukkan bahwa komplikasi lain seperti detak jantung tidak teratur dan miokarditis juga lebih mungkin terjadi pada orang yang terinfeksi. Para peneliti di Columbia University di AS membuat penemuan tersebut saat mempelajari perubahan pada jantung yang terjadi selama infeksi.

Profesor Andrew Marks dari Columbia University mengatakan pentingnya memiliki kesadaran akan aspek-aspek tertentu dari suatu penyakit. Hal ini memungkinkan peningkatan dalam perawatan seorang pasien. Dokter harus mewaspadai perubahan kesehatan jantung pasien terkait infeksi Covid-19 dan harus mencari tahu penyebabnya.

"Kami ingin benar-benar mencari tahu apa yang menyebabkan penyakit jantung dan bagaimana cara memperbaikinya," kata dia.

Temuan baru ini dipresentasikan pada Pertemuan Masyarakat Biofisik Tahunan ke-67 di San Diego, California, AS, pada Senin (20/2/2022). Para peneliti berharap bahwa dengan mengungkap mekanisme yang mendasari komplikasi jantung, mereka dapat mempertajam perawatan.

Untuk penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis jaringan jantung pasien Covid-19 yang meninggal karena SARS-CoV-2. Para peneliti mengamati beberapa perubahan pada jaringan jantung, termasuk kematian sel jantung dan pembekuan darah.

Selain itu, terungkap bahwa pasien-pasien ini memiliki tingkat peradangan yang lebih tinggi dan kadar kalsium yang tidak stabil. Meskipun terkenal karena perannya dalam kesehatan tulang, kalsium juga memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan jantung.

Partikel mineral memasuki sel otot jantung selama setiap detak jantung dan berkontribusi pada pengaturan sinyal listrik. Sistem jantung untuk mengelola ion kalsium sangat penting untuk kontraksi terkoordinasi dari atrium dan ventrikel yang memompa darah ke seluruh tubuh, menurut Eurekalert.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement