Sabtu 04 Feb 2023 20:43 WIB

Yang Perlu Disiapkan Calon Orang Tua Sebelum Punya Anak dari Segi Keuangan

53 persen anak muda di Inggris khawatir tidak mampu menghidupi keluarganya kelak.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Yang perlu disiapkan calon orang tua sebelum punya anak dari sisi keuangan. (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Yang perlu disiapkan calon orang tua sebelum punya anak dari sisi keuangan. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usia muda tidak akan terulang kembali. Sejumlah keputusan termasuk soal keuangan menjadi hal penting dalam usia ini.

Penelitian baru oleh The Prince's Trust menemukan, 45 persen anak berusia 16 hingga 25 tahun di Inggris khawatir tidak akan mendapatkan cukup uang untuk menghidupi keluarga di tengah krisis biaya hidup. Pada 2023, angka tersebut naik menjadi 53 persen untuk mereka yang berasal dari latar belakang kurang mampu.

Baca Juga

Kekhawatiran itu, termasuk memikirkan masa depan dan saat berkeluarga. Menurut CEO organisasi bantuan utang IE Hub (iehub.co.uk), Dylan Jones, ada implikasi yang signifikan ketika memiliki anak.

“Anda mungkin tidak menyadari pengeluaran yang akan datang dan Anda perlu mempertimbangkan anggaran. Baik itu tagihan pemanas yang meningkat, makanan bayi, pindah rumah, popok, ada begitu banyak biaya yang berbeda,” kata dia, dikutip dari laman Independent, Sabtu (5/2/2023).

 

Jadi, apa yang bisa dilakukan anak muda, termasuk dalam mempersiapkan diri menjadi orang tua nantinya?

1. Hemat dengan serius

Jika Anda dapat menyisihkan uang, menabung sangatlah penting. Penghematan itu penting karena sebelum memiliki anak, orang belum betul-betul mengerti kondisi berkeluarga yang sesungguhnya. “Semakin banyak Anda bisa berhemat, semakin baik,” kata Jones.

Mungkin perlu membagi tabungan menjadi beberapa rekening, tidak peduli seberapa kecil isi saldonya. Anda jadi tidak terlalu tergoda untuk mengambil saldo dari akun "masa depan" khusus tersebut agar rencana keluarga tetap terjaga.

2. Pekerjaan

Jika memutuskan tetap bekerja, ada baiknya memilih tempat yang punya kebijakan ramah keluarga. Jones menyarankan untuk bertanya kepada perusahaan terkait dampak, gaji, atau apa pun jika Anda sudah berkeluarga.

3. Ketahui anggaran

"Ketahui apa yang Anda habiskan sebulan dan apa yang perlu Anda belanjakan," kata Jones.

Anda harus tahu di bagian pengeluaran mana yang bisa dihemat jika keadaan semakin ketat. Pertimbangkan jika hendak membuat keputusan pembayaran apa pun.

4. Dana darurat yang solid

“Memiliki anak itu mahal, dan biaya tak terduga dapat muncul dengan cepat,” kata pendiri aplikasi penganggaran Buddy, Olle Lind.

Buat dana darurat untuk pengeluaran tiga hingga enam bulan yang akan memberikan stabilitas keuangan. Hal itu terutama jika ada pengeluaran tak terduga atau apabila ada yang perlu menjaga anak di rumah.

5. Pertimbangkan perubahan prioritas

Ketahui apa prioritas Anda, bagaimana itu akan berubah, dan terimalah bahwa cara Anda menghabiskan waktu dan uang perlu diubah jika Anda ingin memiliki anak.

6. Dapatkan asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah bagian penting dari keamanan finansial yang sering diabaikan oleh orang tua. Asuransi jiwa memastikan keluarga akan tetap diurus jika ada kasus kejadian terburuk. Hal yang terbaik adalah membeli asuransi jiwa sebelum memiliki anak sehingga Anda segera terlindungi.

7. Lihat jaringan dukungan Anda

Rencanakan ke depan dan ketahui seperti apa jaringan pendukung Anda. Hal ini seperti tinggal di dekat keluarga yang akan membantu ketika keadaan menjadi sulit, misalnya, jika biaya pengasuhan anak terlalu tinggi.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement