Jumat 27 Jan 2023 08:03 WIB

Dokter Paparkan Beda Gejala Covid dengan Demam Dengue

Gejala infeksi dengue tidak disertai pilek seperti Covid-19.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari
Pasien demam berdarah dengue (DBD). (Ilustrasi)
Foto: Republika
Pasien demam berdarah dengue (DBD). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Infeksi Tropik IDAI dr Mulya Rahma Karyanti, SpA (K), IBCLC menjelaskan perbedaan gejala infeksi Covid-19 dengan gejala infeksi dengue pada anak. Dia mengatakan kalau melihat suatu infeksi virus dari demam mendadak tinggi itu sulit.

“Jadi yang untuk demam sendiri yang demam mendadak tinggi itu sulit kalau kita tiga hari pertama ini suatu infeksi virus yang mana ya. Makanya kalau dua tiga hari tidak membaik sebaiknya segera ke faskes terdekat untuk dicari penyebabnya ya karena kalau awal demam memang sulit membedakan,” ujar dr Karyanti dalam acara webinar media briefing ‘Demam Berdarah Dengue pada Anak’, Kamis (26/1/2023).

Baca Juga

Dokter Karyanti juga menyebutkan misalnya pada Covid-19 varian Delta, selain demam, ada gangguan rasa, gangguan penciuman, dan mulai batuk serta pileknya yang lebih dominan. “Terutama kasus-kasus infeksi yang pernafasan atas itu lebih banyak batuk pileknya yang meler bening,” katanya.

Sedangkan, gejala infeksi dengue tidak mengalami pilek seperti itu. Tetapi, demam tinggi yang bisa disertai dengan mual.

 

“Tapi kalau dengue tidak pilek seperti itu, tapi demam tinggi tapi bisa dengan mual. Lebih dominan ke gejala saluran cerna, mual, muntah atau misalnya bisa dengan diare ya. Sebanyak 23-30 persen kasus anak bisa dengan diare juga. Tapi yang membedakan itu ya batuk pileknya lebih dominan di Covid-19, tapi kalau dengue lebih dominan di saluran cerna,” jelas dr Karyanti.

Orang tua juga bisa mengonfirmasi infeksi Covid-19 dengan pemeriksaan swab, contohnya melalui PCR atau antigen. Untuk infeksi dengue, bisa melakukan pemeriksaan laboratorium dan melihat hematologi dari pemeriksaan hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), dan trombositnya. Kemudian pemeriksaan antigen NS1 dengue untuk mengonfirmasi ada atau tidak virus denguenya di dalam darah. Itu, dr Karyanti menuturkan, bisa diperiksa di tiga hari pertama.

“Namun kalau memang ketemu dua-duanya artinya bisa terjadi koinfeksi, bersamaan. Beberapa kasus kita sering dapatkan juga bersamaan. Dengue dengan covid ya bersamaan karena kedua-duanya PCR dan antigen dengue-nya positif,” kata dr Karyanti.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement